Perplexity : Cara Googling Era Baru

Pernah enggak sih kamu cari info di Google, tapi yang keluar malah artikel gak jelas isinya?

Judulnya bikin penasaran, tapi isinya muter-muter enggak jelas.

Pusing melihat hasil pencarian google

Isinya cuma copy-paste dan penuh iklan. Artikel nya cuma mengejar ranking (SEO), bukan membantu kita.

Jujur, saya sebagai penulis pubiway.com sudah lelah dengan kondisi ini sejak tahun 2022.

Kasihan penulis beneran. Tulisan mereka bagus dan tulus, tapi terpaksa kalah sama artikel “gak berdaging” yang pintar main trik algoritma.

Ditambah lagi sekarang dengan kehadiran ChatGPT dan kawan-kawannya, bikin internet makin banjir sama tulisan buatan robot yang terasa “kosong”.

Terus solusinya apa?

Hadirnya Solusi Bernama Perplexity

Bayangkan kamu punya asisten pribadi yang super cerdas.

Bedanya mencari pakai Google dengan Perplexity

Kalau kita tanya Google, Google itu kayak pustakawan yang cuma nunjuk: “Tuh bukunya ada di rak sana, cari sendiri jawabannya.”

Kita masih harus buka link satu-satu, baca sendiri, dan pusing sendiri.

Nah, Perplexity itu beda. Dia kayak teman jenius yang sudah baca semua buku itu, lalu langsung kasih rangkuman jawabannya ke kita.

Kenapa saya nyaman pakai ini (terutama yang versi Pro)?

1. Hemat Waktu

Enggak perlu klik-klik banyak website lagi, baca satu per satu untuk cari jawabannya.

2. Jarang “Ngarang”

Dia lebih berisi daripada AI biasa. Kalau dia ambil info, dia kasih tahu sumbernya dari mana.

3. Dia Mengerti Maksud kamu, bukan cuma kata-kata

Mau cari topik lokal Indonesia pun, dia bisa gabungkan data dari berita luar negeri biar jawabannya makin “daging”.

Tapi, Ada Pihak yang “Dirugikan”

Di balik kemudahan ini, ada masalah besar yang jarang orang sadari.

Bayangkan kamu yang masak – racik formula hingga jadi enak, tapi AI yang menjual resepnya. Kamu capek, tapi AI yang dapat untung.

Orang lain itu jadi kenyang cuma dengan “cerita” si robot, dan enggak jadi beli makanan buatanmu.

Penulis rugi, yang untung Bot AI nya

  • Pembaca Senang karena dapat info lebih cepat.
  • Pemilik Web Menangis karena enggak ada yang berkunjung (trafik turun), pendapatan iklan hancur.

Ini dilema.

Sebagai pengguna, kita mau yang cepat (instan). Tapi kalau semua orang pakai AI begini, lama-lama penulis asli bisa mogok nulis karena enggak dapat apa-apa. Ekosistem sudah rusak.

Harusnya sih, ada sistem bagi hasil kedepannya.

…atau justru skenario terburuk, penulis malas menulis manual. Tulisannya pun dibikinkan sama AI tanpa di-review sama sekali.

Akibatnya : sumber jawaban sudah ga ada lagi yang asli.

Ingatlah AI berlatih dari artikel asli.

Kalau artikel asli habis, AI akan belajar dari sesama AI.

Hasilnya? Informasi jadi sampah karena tidak ada lagi fakta asli.

Awas Otak Jadi “Lembek”

Ini poin paling penting.

AI itu alat. Sama kayak TikTok. Dia bisa jadi ladang uang, atau jadi “racun”. AI ini gak ngerti isi tulisan, hanya “kalkulator versi kata” saja.

Kalau dikit-dikit tanya AI dan langsung telan jawabannya tanpa mikir, otak kita lama-lama tumpul + akurasi informasi masih belum 100% valid.

Otak itu kayak otot.

Kalau enggak pernah dipakai mikir berat (riset), dia bakal mengecil.

Otak berlatih vs malas-malasan

Bahayanya: Yang Pintar Makin Sakti, Yang Malas Makin Tumpul.

  • Orang yang rajin & kritis bakal makin sakti karena AI membantu mereka kerja lebih cepat.
  • Orang yang malas bakal makin terpuruk, karena mereka cuma tahu kulit luarnya saja dan enggak punya skill asli.

Saran dari Pubiway?

Jadi, harus gimana? Pubiway.com membagikan saran sebagai berikut:

1. Pakai Perplexity buat Peta

Gunakan untuk cari gambaran besar atau riset cepat. Ini alat bantu, bukan pengganti otak kita. AI mempercepat proses mencari, bukan menggantikan sumber asli.

2. Tetap Baca Sumber Asli

Kalau infonya penting (misal soal kesehatan atau bisnis), wajib klik sumber aslinya. Jangan percaya 100% sama ringkasan robot.

3. Manusia Masih Menang di “Rasa”

Di zaman yang penuh teks robot ini, tulisan manusia yang punya opini, pengalaman nyata, dan emosi justru makin mahal harganya.

Robot dan Manusia

Robot bisa menyajikan data, tapi cuma manusia yang bisa bercerita dengan “rasa”.

Pinjam Perplexity Pubiway

Pinjam Perplexity Pro

Buat kamu yang pengen mencoba ingin tahu rasanya pengalaman pakai perplexity pro,

boleh pakai akun ini, dengan syarat :

  • jangan diotak-atik akunnya, pakai sewajarnya saja
  • disarankan pakai mode “ingin tahu” (semacam mode incognito) agar history chat mu private

Cara pakai akunnya :

  1. Buka https://perplexity.ai (atau buka aplikasi perplexity di HP yang sudah terinstall)
  2. Pilih Masuk dengan Email, masukkan : [email protected]
  3. Pilih Masukkan kode secara manual, Lihat kode OTP nya di halaman sini
  4. Selamat menggunakan, jangan lupa mode Ingin tahu, (kalau di aplikasi : mode incognito) agar chat mu private.

Info update boleh ikuti instagram @blogpubiway 🙂

pubiway.com

Penulis merupakan pengguna aktif media sosial sejak 2010, blogger sejak 2012. Bertahan dan berkembang di era digital hingga saat ini.