Kenapa Artikel di Internet Banyak yang Bertele-Tele?

Diperbaharui

Mungkin teman-teman ada yang bertanya, kenapa ketika mencari di internet, ketemu artikel, tapi pembahasannya bertele-tele? Apa motifnya?


Kenapa artikel di internet banyak yang bertele-tele? – Ini mungkin menjadi salah satu pertanyaan Anda ketika sudah sering menggunakan internet.

Artikel ini akan menjawab :

  • Dari sisi kemauan pencari infrormasi (orang yang googling)
  • Dari sisi kemauan si penyedia informasi (penulis /admin web/blog)

Mari kita mulai.

[toc]

Pencari informasi maunya apa?

Sekarang kita memposisikan diri sebagai pengguna google search.

  1. Anda punya pertanyaan dalam kepala Anda yang tidak anda tahu jawabannya atau ingin mencari data lain
  2. Anda buka mesin pencari, yang salah satunya GOOGLE.
  3. Anda mengetik keyword atau mengatakannya pada google asisten (oke google…)
  4. Google menampilkan hasil pencarian
  5. Anda klik salah satunya, dan mulai membaca isinya.
  6. Jika tidak pas atau ingin tambahan, anda pindah ke hasil pencarian lainnya.
  7. Jika informasi yang anda cari sudah ketemu jawabannya, anda tinggalkan googlenya.
  8. Kalau tidak ketemu, anda cari pakai kata kunci (keyword) lainnya.

Begitulah gambaran umum seorang pengguna google.

 

Kita ingin informasi yang bagaimana?

Jika ingin jawaban cepat :

  • Jawaban yang singkat, padat, to the point dan pastinya mudah dimengerti dan tidak ambigu

Jika ingin mencari penjelasan :

  • Informasi yang lengkap, enak dibaca, penuh media pelengkap tidak hanya teks (seperti gambar, infografis, foto, tabel, video).

 

Dan apapun motif kita saat mencari, pastinya ingin:

  • Jawabannya harus benar
  • Terverifikasi apalagi di topik yang sensitif (Your Money – Your Life/YMYL)

 

Lalu bagaimana dengan sisi pemberi informasi seperti penulis, blogger, admin web?

 

Penyedia Informasi Memberikan apa?

Di google, ada istilah page one. Bahasa Indonesianya halaman pertama.

Anda sebagai pengguna, paling sering klik hasil pencarian di halaman pertama kan?

Jarang kan buka sampai halaman 5?

 

Jadi para admin web ini berlomba-lomba untuk menjadi nomor satu.

Bagaimana caranya?

  • Tunduk pada algoritma google

Kalau bertentangan dengan aturan google, ya tidak akan ada di page one, bahkan di blacklist oleh googlenya.

 

Terus apa saja yang harus dipenuhi demi tunduk pada algoritma?

Ya mematuhi semua larangan dan menjalankan perintah google.

 

Google itu tidak suka “thin content” atau konten yang isinya sangat sedikit.

Padahal tidak semua jawaban itu harus panjang.

Disisi lain kalau artikelnya pendek :

  • Tidak bisa memasukkan banyak kata kunci / LSI/ kata semantik lainnya
  • Artikel pendek, tidak cocok memasukkan banyak iklan (kan tidak mungkin iklan lebih banyak dari konten)

Dan banyak lagi faktor-faktor lainnya.

 

Lihat Juga :  Tips Browsing Internet di Google Chrome

 

Saya pribadi sebenarnya lebih suka mengetik jawaban yang singkat padat. Tapi kalau hanya mengikuti maunya kita, ya tidak bisa survive di mesin pencari…..

Begitu ceritanya…..

Belum lagi tantangan lainnya seperti :

  • Minat baca orang Indo yang rendah, suka membaca memindai (loncat-loncat)
  • Lebih suka bentuk video (dianggap lebih menarik karena ada visual, voice, dan juga teks), terlebih habbit yang terbangun dari seringnya mengkonsumsi tiktok, youtube, reels, dan media sosial video lainnya….

 

Kalau di dunia video (youtube) bagaimana?

Yap sama, harus tunduk pada algoritmanya. Makanya jangan heran sebuah video yang sebenarnya bisa disampaikan secara padat, jelas hemat waktu sepanjang 3 menit, malah dipanjang-panjangin ke 10-15 menit.

Demi apa?
Adsense 🙂

 

Lihat Juga :  Dampak Negatif Media Sosial Hari Ini

 

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan kenapa artikel di internet banyak yang bertele-tele. Itu karena memenuhi keyword, menghindari thin content, dan juga demi memasukkan iklan yang lebih banyak.

Semoga dapat menambah insigt teman-teman.
Terimakasih.
Akhir kata, Salam Pubiway 🙂

Gambar Gravatar
Pengguna aktif media sosial lebih dari 1 dekade. Blogger sejak 2012, dan sangat menyukai dunia teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *