Baca Buku vs Baca Medsos

Baca Medsos atau Baca Buku?

Diperbaharui

Pilih mana : baca buku atau baca media sosial? Kebanyakan orang pasti memilih BACA BUKU. Akan tetapi, apakah baca medsos itu tidak bagus?


Membaca Medsos tidaklah buruk. Kalau dibandingkan dengan baca buku, apakah baca medsos jadi benar-benar buruk?

Jawabannya tergantung.

Membaca media sosial dan membaca buku sama-sama punya kelebihan dan kekurangan.

Apa sajakah itu?

Mari kita bahas.

 

Baca Buku vs Baca Medsos

Dari kecil baik di rumah ataupun sekolah, kita selalu disuruh untuk rajin membaca buku.

Itu benar, dan itu baik.

Hingga muncullah media sosial, yang isinya semakin beraneka ragam.

Mulai dari “ilmu daging” yang berharga, hingga “sampah” yang membawa dampak negatif ke pikiran kita.

 

Saya setuju, membaca buku adalah opsi terbaik, untuk menambah ilmu dan memperluas wawasan.

Agar artikel ini tidak selesai sampai disini saja, mari kita bahas sisi positif dan negatifnya masing-masing.

 

Kelebihan Buku

Buku dikarang dengan banyak riset dan penelitian. Melalui proses editing, hingga distribusi bukunya ke toko atau tempat penjualan buku.

Isinya jauh lebih “berkualitas” dibandingkan status di media sosial.

Dengan membaca buku, kita benar-benar memasukkan hal yang bergizi dan lebih terpercaya ke otak kita.

 

Kekurangan Buku

Adapun kelebihan, pasti ada kekurangan. Kelebihannya pasti kita sudah tahu. Kekurangannya bagaimana? Berikut penjelasannya.

 

Pertama, harganya lebih mahal

Datanglah ke toko buku, misalnya gramedia. Lihat harga-harga buku disana. Tentu tidak murah bagi kebanyakan orang.

Membeli dalam bentuk ebook juga tidak bisa dikatakan murah.

 

Tapi kan di perpustakaan ada yang gratis?

Iya benar. Tapi yang gratis ini punya kelemahan juga, yakni kelemahan kedua.

 

Kedua, tidak terlalu cepat update

Yap. Baik buku yang berbayar, peristiwa terbaru tidak langsung saat itu juga ada bukunya. Butuh proses pengumpulan data, editing, dan pencetakan hingga bisa anda beli di toko buku terdekat.

Selain itu, biasaya buku di perpustakaan adalah buku-buku keluaran lama.Yang baru terbit bulan lalu, apakah langsung tersedia secara gratis di perpustakaan favoritmu?

 

Kelebihan Membaca di Media Sosial

1. Update tercepat

Satu jam yang lalu mungkin terjadi suatu peristiwa, dan kita sudah bisa membaca langsung konten yang membahas tentang hal tersebut.

Soal kecepatan memang media sosial tidak bisa ditandingi.

2. Gratis

Ya, hampir semua konten di media sosial adalah gratis. (Kecuali yang dibuat khusus buat member premium).

3. Lebih Berwarna

Yap, karena untuk membuat konten di media sosial jauh lebih mudah.

Lebih banyak warna, dan lebih banyak gambar, sehingga secara visual lebih menarik.

 

Kelemahan Baca Media Sosial

Ada kelebihan, ada pula kelemahan.

1. Diragukan kebenarannya

Karena begitu mudah dibuat, tentu lebih mudah disalahgunakan.

Juga sedikit yang bisa mengecek apakah itu benar atau tidak.

Jadi kita harus benar-benar mengaktifkan “mode filter” kita.

2. Dipecah sepotong-sepotong

Ini juga adalah hal yang menyebalkan.

Demi membuat konten jadi banyak, dan memuaskan algoritma media sosial yang memaksa harus rutin update, sehingga konten creator memecah suatu ilmu menjadi banyak postingan.

Memang harus dimaklumi, karena kita juga mendapatkannya secara gratis.

 

Lihat Juga :  Channel Youtube Terbaik

 

Alternatif Membaca Media Sosial dan Buku

Kalaupun kamu ragu membaca media sosial, dan sedang menabung demi membeli buku, ada alternatif lain yang juga sama bagusnya.

Apa itu?

1. Konten media sosial Rangkuman Buku

Silahkan datang ke situs youtube.

Ada banyak channel yang membahas intisari atau rangkuman suatu buku.

Kamu bisa mendapat inti dari buku (karena buku pun pun berlaku teori pareto 80:20), hanya dengan menonton video rangkuman buku.

Jika ingin lebih mendalami, tinggal beli buku aslinya.

 

2. Berlangganan Penyedia Intisari Buku

Ini adalah layanan berbayar yang mulai berkembang di tahun 2021.

Salah satunya adalah mentorgue.

Cukup membayar 99rb per bulan, kamu sudah bisa membaca intisari banyak buku. Selain itu, kamu juga bisa memakai mode “dibacain“, alias “audiobook” versi ringkasan buku aslinya.

Worth it deh, selain menghemat uang, kita juga bisa banyak baca buku.

 

Lihat Juga :  Dampak Negatif Media Sosial Hari Ini

 

Kesimpulan

Membaca itu penting untuk perkembangan otak kita.Namun, pilihlah “makanan bergizi” untuk otak kita. Hindari membaca hoax, tulisan yang menimbulkan kebencian, dan sejenisnya.

Bacalah tulisan yang dapat dipertanggungjawabkan isinya.

 

Selain buku dan media sosial, kita dapat membaca lewat video intisari buku dan berlangganan ringkasan buku-buku.

Semoga artikel ini dapat menambah wawasan baru.

 

Share ke teman-teman kamu juga ya.

Terimakasih

Akhir kata, salam Pubiway 🙂

Gambar Gravatar
Berbagi adalah sebuah kebahagian dalam kehidupan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *