Baca Buku atau Ringkasannya?

Belakangan ini banyak penyedia layanan yang meringkas isi suatu buku tebal yang terkenal.

Tentu layanan seperti ini sangatlah bagus, karena hadir menjadi solusi atas permasalah terbatasnya waktu untuk membaca buku secara utuh.

Mungkin muncul pertanyaan,

“Lebih worth it membaca buku aslinya atau versi ringkasan?”

…dan dari pengalaman pribadi, saya pribadi jadi lebih mengerti jawabannya.

 

Pengalaman Membaca Versi Ringkasan Dibanding Versi Utuh

Kebetulan, beberapa list akun youtube yang saya subcribe adalah channel yang “memvisualkan” isi suatu buku dengan ringkasan versi pembuat video masing-masing.

Dari channel dan video-video tersebut saya jadi tahu, “oh ternyata ada toh buku yang membahas tentang ini, yang judulnya ini“…

Selain di youtube, saya berkali-kali mencoba mencicipi layanan/service dari aplikasi/web yang menyediakan ringkasan buku. Seperti mentorgue, Baring Digital, dll.

Bahkan bukunya “dibacain”, sehingga saya bisa “membaca buku” sambil menyapu rumah, mencuci piring, menjemur baju, dan aktifitas lain yang bisa dipecah konsentrasinya.

 

Yang mau saya angkat dalam tulisan ini adalah pengalaman saya ketika membaca buku yang berjudul “Rich Dad Poor Dad”.

Buku terkenal yang isinya tentang pendidikan finansial.

Selama ini saya sudah :

  • mendengar audio ringkasan bukunya
  • menonton visualisasi inti buku
  • membaca ringkasan versi teksnya

…saat itu saya sudah beranggapan bahwa “buku nya tentang ini, ilmu yang didapat adalah ini, ini, dan ini”.

 

Hingga suatu hari ketika mau menuliskan artikel review dari aplikasi Gramedia Digital, saya mengetest membaca buku tersebut lewat aplikasi di HP.

Ketika membaca awal, saya berpikir “sepertinya menarik”.

Akhirnya saya baca lewat komputer. Kebetulan punya file pdfnya yang didapat entah darimana.

 

Setelah beberapa hari dan menyelesaikan membaca buku tersebut dari awal hingga akhir, saya merasakan suatu hal.

Dibandingkan dengan ringkasan, membaca buku utuh membuat saya lebih “ngeh” dengan isinya, dengan ide-ide nya, dengan alur berpikir penulisnya, yakni Pak Robert Kiyosaki.

Dari pengalaman ini, saya jadi dapat sedikit pandangan tentang membaca versi buku lengkap dan versi ringkasan.

 

Kelebihan Membaca Versi Ringkasan

Adapun keunggulan dari versi ringkasan adalah :

1. Menghemat waktu untuk tahu intinya buku

Dengan membaca versi ringkasan, buku tebal yang mungkin 1 harian baru selesai dibaca, bisa didapat inti sarinya dalam 15 menit.

2. Update Banyak Ilmu dalam waktu Singkat

Karena membaca ringkasan cukup 15 menitan, ketika mengalokasikan 1 jam per hari untuk membaca, kita dapat intisari 4 buku sekaligus.

3. Lebih hemat uang

Selain hemat waktu, juga hemat uang. Bayangkan ketika untuk mendapat knowledge dari 1 buku, kita harus beli bukunya yang harganya puluhan bahkan ratusan ribu.

Dengan layanan ringkasan, yang notabene lebih murah, kita bisa menghemat banyak angaran dalam mengupdate ilmu.

 

Kekurangan Versi Ringkasan

1. Sangat bergantung pada sudut pandang orang yang meringkas

Suatu buku ditulis oleh seseorang. Lalu seorang yang lain membacanya dan meringkasnya.

Kita membaca ringkasannya si orang yang meringkas.

 

Kita pasti sama-sama menyadari, meskipun kita membaca buku yang sama, belum tentu ide/gagasan yang kita tangkap maknanya sama.

Beda orang, beda juga yang dipetik. Beda pula cara pandangnya terhadap isi buku tersebut.

 

2. Tidak Utuh mendapatkan Ide/Gagasan Penulis

Seorang penulis menumpahkan isi pikirannya ke dalam buku. Dia membutuhkan banyak lembar untuk menggambarkannya dalam kata-kata.

Kemudian versi ringkasan hadir. Dapatkah versi ringkasan menyamai isi/pesan dari keseluruhan buku?

Tentu tidak bukan?….

Mungkin saja isi ringkasannya mengambil poin-poin pokoknya saja, garis-garis besarnya saja, tapi terkadang kita lebih dapat “aha momen” ketika membaca full…

 

 

Yah, begitu lah dulu isi tulisan artikel ini ya. Nanti seiring waktu akan disempurnakan lagi. Saya memakai prinsip kaizen ketika menulis ini.

Untuk tips membaca lebih cepat, mungkin bisa menerapkan teknik baca kilat.

Terimakasih sudah membaca sampai sini 🙂

Bintang berapa nih buat penjelasan diatas? 😍

Pubiway.com memang jauh dari sempurna.

Marilah kita sempurnakan bersama-sama 🙏 Masukan Anda buat artikel ini?

Tinggalkan komentar