Buku yang bagus? Seperti apa?

Buku yang “bagus” itu yang seperti apa sih?

Selamat datang pubiway.com, ini adalah artikel berbasis opini. Skip saja jika tidak suka, dan silahkan lanjut jika ingin insight lain.


“Buku” disini bebas bentuk nya apa.

Mau itu berbentuk fisik kertas.

atau buku digital, berformat pdf. Itu hanya medianya saja.

 

Bagi saya pribadi, buku yang bagus adalah :

  • Berhasil mentransfer knowledge. Dari si penulis ke si pembaca.

Pastinya dengan efektif dan efisien.

 

atau jika itu fiksi :

  • Berhasil mengaduk-ngaduk emosi, theater of mind pembaca muter

Pastinya nempel diingatan, bahkan bertahun-tahun kemudian.

 

1/ Efektif dan efisien maksudnya bagaimana?

Bayangkan saat ini di depan meja Anda, ada 2 buah buku.

Buku ber-cover warna merah

  • Tebalnya 300 halaman
  • “Format” kayak koran, rapat-rapat baris-barisnya
  • tidak ada gambar satupun. Semuanya kata-kata.

dan satu lagi…

Buku ber-cover warna biru

  • Lebih tipis, hanya 100 halaman
  • Penuh gambar, foto, ilustrasi, tabel, mindmap yang bahkan mencapai 25% isi buku
  • Teksnya singkat, straight to the point, lengkap dengan contoh relate dengan zaman mu tinggal dan daily life sehari-hari

 

Satu-satunya kesamaan antara 2 buku ini :

Poin INTI dari kedua buku itu sama-sama 5 poin.

 

Pertanyaannya :

Jawab jujur, kamu mau pilih baca yang mana?

 

Kedua buku itu sama-sama efektif memindahkan knowledge 5 poin utama iu.

Tapi perbedaan telaknya di efisiensi.

 

Buku merah mungkin selesai dilahap dalam 2 hari mungkin.

Buku biru, mungkin 1/2 hari saja.

 

2/ theater of mind muter

Dulu saat baca cerita, ya baca gitu doang. Ga ada mikir apa-apa lagi.

 

Setelah kenal dengan ilmu NLP dan lain-lain, cara pandang seketika berubah.

Ternyata bercerita adalah metode kuno yang sangat ampuh. Bahkan sampai detik ini.

 

Kalau di Indonesia, mayoritas itu mulut ke mulut diceritain.

Kalau negara Eropa, sudah dituliskan.

Mungkin ini jadi salah satu alasan kenapa orang luar negeri budaya bacanya tinggi, sedangkan Indonesia baca ga terlalu suka, ngomong paling hobi.

 

 

 

Buku yang bagus itu :

  • enak dan untuk dibaca berkali-kali. Ketika baca pertama, baca ke-10, baca ke-25, masing-masing memberikan “insight lain”….

 

 

Buku itu untuk apa?

(disini konteksnya ke buku non-fiksi ya)

Hingga saat ini, saya memahami buku itu sebagai :

  • Tools untuk bikin paham

Ini butuh mengakhiri mindset bahwa buku yang harus dibaca dari lembar 1 hingga lembar terakhir. Ini buku, bukan kitab suci. Itu sangat berbeda.

Buku ditulis oleh pengarangnya untuk memindahkan apa yang ada dikepalanya, lalu ditransfer ke pembacanya lewat media buku (baik kertas maupun ebook)

  •  Download pengalaman penulis

Seseorang punya pengalaman 10 tahun dibidangnya. Lalu mentransfer 10 tahun pengalamannya ke buku.

Kita yang baca, cukup duduk dan baca 1-2 hari.

Tada! Kita mengunduh 10 tahun pengalaman dalam 1-2 hari saja.

  • Update database

Terkadang kita membaca buku meskipun sudah paham luar&dalam bidang ilmu itu, tujuannya untuk mengupdate pembaharuan versi terakhir saja.

  • Recall – Triger ide lain

Seberapa sering kamu baca buku A, ketika baca kalimat-kalimatnya, tiba-tiba terpikir ide F yang kita cari-cari selama ini?

Aneh, tapi ya itulah realita


Mungkin menarik :

Bintang berapa nih buat penjelasan diatas? 😍

Pubiway.com memang jauh dari sempurna.

Marilah kita sempurnakan bersama-sama 🙏 Masukan Anda buat artikel ini?

Tinggalkan komentar