Ciri-Ciri Akun Beli Followers Instagram

Ingin mengetahui apakah suatu akun itu punya banyak followers hasil dari membeli? Berikut ciri-ciri akun beli followers Instagram…


Ciri-Ciri Akun Beli Followers InstagramMedia Sosial Instagram sangatlah populer saat ini. Banyak orang mulai dari anak kecil, remaja, dewasa, hingga selebriti papan atas aktif menggunakannya.

Berlomba-lomba memiliki banyak followers juga sering terjadi.

Pertanyaan yang terkadang muncul adalah : benarkah followersnya real/asli semua?

Metode Pembelian Followers Instagram

Sebelum masuk ke penjelasan tentang ciri-ciri, ada baiknya kita sama-sama memahami bagaimana sebenarnya metode pembelian followers di flatform instagram.

Ketika seseorang ingin membeli jasa penambah followers, maka si sellernya ini punya beberapa metode.

1. Metode Paid Promote/Give Away

Pernahkah anda mengikuti giveaway, yang syaratnya :

  • memberi komentar
  • memfollow akun-akun yang ditag oleh penyelenggara Giveaway (biasanya akun sponsor)

Atau suatu akun di promosikan oleh akun besar yang punya banyak followers, misalnya :

  • baca info lanjutannya di akun @ini
  • beli produk ini di akun ini, pakai kupon xyz agar dapat diskon
  • dan banyak lagi

Followers yang bertambah umumnya adalah akun asli yang real.

Sisi menariknya, ini sulit di deteksi sebagai pembelian followers.

 

2. Metode Pertukaran

Metode pertukaran ini juga dapat dibagi 2 jenis :

#1. Saling Follow secara manual

#2 Saling Follow secara otomatis yang digerakkan sistem

Praktekknya seperti ini :

anda membuka situs pertukaran followers. Anda login dengan data akun anda, dan anda diwajibkan memfollow akun-akun lainnya.

Nanti anda akan diikuti oleh orang lain yang juga ikut program pertukaran ini.

Biasanya, orang-orang menggunakan akun tumbal untuk memfollow akun orang lain, agar akunnya sendiri tidak bertambah followingnya.

 

3. Metode Suntik Database

Ini adalah metode yang sangat banyak digunakan seller jasa penambah pengikut di IG.

Sederhananya seperti ini :
Katakan anda adalah supplier  followers.

Anda membuat ribuan akun instagram, diisi foto, bio, beberapa foto, kemudian dimasukkan dalam sebuah database sistem.

Jadi ketika ada yang order, misalnya 500 followers, maka dia akan menggerakan akun-akun tersebut untuk mengikuti akun pembeli.

Sumber database ini juga dapat dibagi 2 :

#1 Database akun yang dibuat sendiri (1 orang/tim membuat puluhan ribu akun)

#2 Database akun web/applikasi pertukaran (yang metode nomor 2 tadi dijual-belikan)

 

Setidaknya inilah penjelasan pakai bahasa umumnya. Kalau terlalu teknis, sulit dimengerti oleh orang awam.

 

Baca Juga :  Mau Beli Followers? Hati-hati! Ketahui Dulu Hal Ini!

 

Ciri Akun IG Beli Followers

Setelah kita mengetahui seluk beluk di dunia penjualan followers, kita bisa “menebak” akun itu beli followers atau tidak.

Untuk Akun di Instagram, agar mudah dapat kita bagi 3 jenis saja :

  • Akun kecil (1000 followers kebawah)
  • Akun sedang (1000 followers keatas)
  • Akun besar (100k followers keatas

Tiap akun ini beda-beda cara mengetahuinya.

1. Akun kecil

Syarat mutlaknya : Kita dapat melihat akun-akun followersnya.

Jika akunnya di private, berarti Anda harus berhasil menjadi pengikutnya.

Jika akunnya terbuka, berarti kita bisa melihatnya kapan saja.

Caranya bagaimana?

Lihat satu per satu followers akun tersebut.

Jika akun-akun para followers nya :

  • tidak punya bio, fotonya kebanyakan kosong
  • Rasio followers dan following terlalu jauh (followers sekitar 10, following ratusan bahkan ribuan)
  • Identitas akun tidak normal (misalnya akun Indo, konten indo, tapi identitas para followersnya dari luar negeri seperti bule, india, turki, brazil, dan sebagainya)

Yang seperti itu adalah akun yang dibuat untuk menambah followers.

Inilah cara termudah dan terakurat untuk ukuran akun kecil.

 

2. Akun Sedang

Anda tetap bisa pakai metode ke akun kecil diatas, tapi terlalu melelahkan.

Cara gampangnya, lihat rasio jumlah likes dan jumlah followersnya.

Jauh atau tidak?

Misalnya, followersnya 5000.

Jumlah likes postingannya tidak sampai 10% atau (500)…

yah itu sudah mencurigakan.

 

Bisa dikatakan para followersnya kebanyakan adalah akun pasif, atau hasil beli followers, atau memang akun aktif (misalnya hasil tag giveaway) tapi tidak punya interest terhadap konten dari akun tersebut.

 

3. Akun Besar

Ini jauh lebih sulit.

Kita harus melihat rasio likes, komentar, views, dan jumlah followers.

Caranya bisa dengan bantuan tools, semisal : IGBlade.

Meskipun rasionya mencurigakan, tetap saja banyak kasus dimana :

  • Akun ini dulunya sempat viral, jadi pada suatu waktu difollow banyak orang sekaligus
  • Setelah tidak membuat orang-orang tertarik, akunnya memang tidak di unfollow, tapi kontennya tidak pernah diberi tanggapan lagi. Misalnya orang malas buat love, komen, share, jadi tiap postingannya lewat beranda, diabaikan begitu saja.

 

Dari semua metode diatas, yang pakai metode giveaway/paid promote itu paling sulit dideteksi kalau akunnya sudah pernah membeli followers.

Sedangkan yang beli followers, apalagi kualitas bot, sangat mudah dilihat.

 

Baca Juga :  Cara Melihat Perincian Pengikut di Instagram

 

Kesimpulan

Ternyata akun yang membeli followers di Instagram itu bisa kita deteksi.
Dengan mengamati ciri-ciri, kita bisa berhipotesa kalau followersnya hasil beli.
Semoga penjelasan ini dapat memberi pencerahan.
Terimakasih.
Akhir kata, Salam Pubiway 🙂

Bintang berapa nih buat penjelasan diatas? 😍

Pubiway.com memang jauh dari sempurna.

Marilah kita sempurnakan bersama-sama 🙏 Masukan Anda buat artikel ini?

Tinggalkan komentar