Advertisements

Yang Harus Kamu Tahu Dibalik Media Sosial

Dibalik Media Sosial yang kamu harus tahuabaikan kata “harus”, substitusi saja dengan “boleh”… biar lebih soft…mungkin?

Begini, ini mau diikuti silahkan, mau dibaikan juga silahkan. Pilihan ada ditanganmu. Kamu bebas memilih.

Kita mulai. Makin hari makin kesini, media sosial semakin tidak terbendung. Jumlah pengguna “media sosial” makin meningkat.

Flatform medsosnya saja yang berpindah-pindah. Dulu mungkin facebook, terus instagram, lalu ke twitter, youtube, baru ke tiktok.

 

1/ Konten Media Sosial Mayoritas Tidak Ada Editorialnya

Sebelum lanjut, boleh banget tonton video podcast antara Bu Grace Tahir dan Pak Gita Wirjawan berikut dari menit 22 👇👇👇

 

Coba kamu perhatikan konten-konten yang lewat di beranda – timeline – FYP – Explorer (atau apapun istilahnya).

Pertanyaannya simpel:

  • Apakah konten-konten ini (tulisan-gambar-video-audio) bisa dipertanggungjawabkan isinya dari awal hingga akhir?
  • Siapa yang bertanggung jawab kalau ternyata ada misleading, atau justru hoax? atau malahan itu propaganda?

Beda sekali dengan isi buku. Majalah. Jurnal. Ataupun isi di TV.

Ada yang ngecek dan diminta pertanggungjawaban kan ketika isinya “melewati batas”.

 

Kalau sosmed? Viral dulu baru di takedown?

 

Tapi kan sosmed untuk just for fun? Ya ga apa-apa dong lepas dari “kontrol” gitu? Kita mau yang bebasss?

Mungkin kalau porsinya hanya dikonsumsi 30 menit per hari sih…. ya ga ngefek banyak. Itupun tetap berbahaya jadinya karena “sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit.”

Pertanyaannya, berapa jam kamu konsumsi konten media sosial perharinya?

  • bangun tidur – buka sosmed
  • sambil makan nonton medsos
  • nunggu antrian scrolling sosmed
  • ada waktu luang sosmed-an
  • sebelum tidur medsos-an
  • ketika insomnia, ngapain? scrolling medsos….

 

Nah,ini menjadi “PROBLEM” karena : Nilai Gizi konten tidak diketahui x Banyaknya mengonsumsi.

Ibarat makan gula setengah sendok kan ga apa-apa? Ketika diakumulasikan 1 hari jadi 20 sendok teh? Bagaimana efeknya?

 

2/ “Notifikasi Adalah Alarm yang dibuatkan orang lain untukmu”

Kalimat diatas itu saya baca dari salah satu konten kreator yang mengkritisi aktifitas orang-orang yang sudah kelewat batas di media sosial.

Ketika kalimat itu direnungkan…. ya ada benarnya juga.

Kita lagi asyik belajar – baca buku…. ting ning…. notif medsos A.

Kita terganggu (terdistraksi), jadi “FOMO” pengen buka. Setelah dibaca, berapa lama yang kamu butuhkan untuk fokus kembali seperti diawal?

Baca Juga :  Kalimat Notifikasi Tiktok Yang Menghipnotis

Mendengar “alarm yang dibuatkan orang lain untuk mu”, apa yang kamu rasakan?

Mungkin…

  • Ih ganggu banget bikin alarm untuk ku…
  • siapa sih dia bikinin alarm tanpa seijinku?
  • sebegitu tidak berdaulatnya kah sampai orang lain berkuasa bikin alarm untuk hidupku?

 

3/ Cara Kerja Medsos itu bagaimana?

Kalau ada pertanyaan,

Bro, cara kerja dibalik media sosial itu bagaimana sih?

Daripada repot+ribet+masih diragukan authority untuk ngomong topik ini,

mending “pelaku” dan “orang-orang” nya saja yang ngejelasin ke kamu kan?

Ada Penjelasan sederhana bahkan mudah dipahami oleh awam teknologi sekalipun adalah menonton video dokumenter nya.

Judulnya : The Social Dilemma.

Tenang, bisa di tonton di netflix (atau dimanapun kamu tahu). Subtitle bahasa Indonesianya sudah ada jadi tidak perlu takut kalau belum paham bahasa Inggris.

Sudah ya..3 poin aja sudah lebih dari cukup. Jangan direnungkan, pokoknya jangan.

 

Artikel Sejenis :

 

Bintang berapa nih buat penjelasan diatas? 😍 Beri Feedbacknya ya

Pubiway.com memang jauh dari sempurna.

Marilah kita sempurnakan bersama-sama 🙏 Masukan Anda buat artikel ini?

Penulis pubiway.com

Pengguna aktif media sosial lebih dari 1 dekade. Blogger sejak 2012, dan sangat menyukai dunia teknologi.

Tinggalkan komentar

E-commerce