Edukasi Media Sosial [2022]

Media sosial sudah menjadi bagian hidup kita sehari-hari. Namun kita jarang diajari di sekolah tentang media sosial itu sendiri secara mendalam.

Kita bisa melihat sendiri aktifitas orang-orang di media sosial, khususnya orang-orang yang masih sekolah.

Apa yang mereka upload, komentar-komentar yang ditulisnya, dan semacamnya, yang tidak sedikit pula arahnya negatif.

 

Kita akan mulai dari hal yang paling sederhana.

 

1. Dunia Sosmed vs Dunia Nyata

Di dunia nyata, normalnya kita hanya menjadi 1 orang dengan 1 identitas.

Apa yang kita lakukan, apa yang kita katakan, efeknya nyata di dunia real.

 

Sangat berbeda dengan dunia sosmed.

Kamu bisa menjadi siapa saja.

Bisa membuat banyak akun.

Bisa menjadi perempuan, bisa menjadi laki-laki.

 

Di sosmed, hingga saat ini setiap orang masih bisa membuat banyak akun, tanpa harus memverifikasi identitas tunggalnya. Misalnya buat akun harus verif KTP.

Jadi, celah menjadi anonim sangatlah besar.

Karena “rasa anonim” tersebut, banyak yang berani bertindak melanggar aturan, norma yang berlaku di tengah masyarakat.

Banyak yang menjadi “keyboard warrior”. Hanya berani di dunia nyata, namun sangat ketakutan jika bertemu dunia nyata.

 

2. Kepalsuan dan Penampilan di Dunia Sosmed

Pernahkah kamu melihat langsung seseorang yang ketika di sosmed,

  • foto nya keren,
  • bersih dan cantik,
  • dibumbui dengan kata-kata caption yang bijak.

Namun ketika kamu bertemu di rumahnya, seperti 180 derajat perubahannya.

Ya, itu lah sosmed.

 

Yang ditonjolkan, yang ditampilkan hanya yang indah-indah saja.

Bahkan tidak jarang semua penuh dengan editan digital.

Misalnya, dia cantik di sosmed tapi ternyata itu hasil filter kamera saja….

 

Ini memang fakta yang menyedihkan, orang-orang berlomba-lomba untuk menjadi seseorang yang bukan dirinya sendiri.

 

3. Informasi dari medsos? Pahami flatformnya dan jadilah bijak

Bedakan informasi dari sumber kredibel dan informasi dari sosmed.

Kita kembali ke masa lalu sebentar.

 

Ketika kita menonton televisi, informasi yang disampaikan sudah melewati berbagai filter, sudah disaring, dan tidak asal-asalan dibuat serta ditampilkan dengan tanggung jawab yang penuh.

Ketika baca majalah (misalnya intisari) itu sudah melalui editor dan ada penanggungjawabnya secara jelas.

 

Sosmed bagaimana?

Ingat, sosmed itu tipe nya UGC (user generated content).

Artinya?

Setiap orang bisa membuat konten.

Adik kecilmu yang baru belajar berbicara pun, sudah bisa membuat informasi di sosmed.

Bayangkan bagaimana kualitasnya, dan sisi pertanggungjawabannya….

 

Jadi jangan heran, banyak orang yang tiba-tiba menjadi “pakar online”,

Misalnya :

seperti fans sepakbola yang berkomentar seolah-olah dia lebih paham dari pelatih yang dibayar mahal oleh klub besar.

 

Masih banyak juga orang yang belum mampu membedakan

  • mana fakta dengan data valid
  • mana opini
  • mana penggiringan opini
  • mana propaganda
  • mana trolling

 

 

4. Trend Media Sosial Zaman Now

Ini bagian yang menarik.

Perkembangan di dunia teknologi sangatlah cepat perubahannya.

Dulu di 2010-an, orang-orang dengan alay mengupdate statusnya di facebook.

 

Masuk ke tahun 2021, bahkan 2022 sekarang, orang-orang dengan bangga nya menampilan tindakan yang tidak sopan, memamerkan bagian tubuh yang seharusnya ditutup.

Anda pasti tahu di sosmed mana itu sering terjadi.

 

Informasi semakin masif, semakin banyak orang menghabiskan waktu bermedia-sosial.

dan….

semakin banyak pula yang melakukan segalanya demi konten.

Bisa karena untuk mendapatkan cuan (uang), bisa pula untuk kesenangan meskipun itu melanggar norma-norma.

 

dan satu lagi, banyak konten kreator yang seolah-olah normal untuk membuat kuantitas tinggi dibandingkan kualitas.

Kalau kamu menikmati konten yang sudah dari ribuan jam terbang sih bagus, kalau dia masih pemula?

 

5. Polarisasi dan Algoritma

Ini pembahasan yang sedikit kompleks dan rumit. Karena itu ditaruh di nomor 5.

Jika kamu belum begitu paham tentang hal ini, boleh di skip saja.

Apa itu polarisasi? dampaknya bagaimana?

 

Dengan jalur legal, saya merekomendasikan Anda untuk menonton film dokumenter di netflix tahun yang dirilis tahun 2020 lalu.

Mereka berbicara pakai bahasa Inggris (ada translate bahasa Indonesianya), dan mereka bukan orang-orang sembarangan, mereka adalah orang dibalik pesatnya medsos sekarang ini.

 

Film yang sangat saya rekomendasikan, judulnya : The Social Dilemma.

Tontonlah dengan perlahan. Pahami dan amati sekelilingmu.

 

Jika kamu ada waktu tambahan, dan sudah mulai memahami sedikit tentang politik global,

boleh dilanjut dengan film berjudul : The Great Hack.

 

Lihat juga :

 

Kesimpulan

Jika Anda adalah seorang guru yang mendidik anak-anak untuk menjadi generasi emas bangsa, Anda bisa mengkonversinya ke bahasa yang dapat dipahami oleh anak-anak.

Jika Anda adalah orang tua yang sedang mendidik dan membesarkan buah hati Anda, …. Anda pasti sudah tahu edukuasi seperti apa yang cocok untuknya.

 

Mungkin bagi sebagian orang, ini adalah realita kenormalan baru.ย The “NEW NORMAL”….
Tetaplah memegang teguh nilai yang Anda anggap mulia sebagai manusia.

Bintang berapa nih buat penjelasan diatas? ๐Ÿ˜

Pubiway.com memang jauh dari sempurna.

Marilah kita sempurnakan bersama-sama ๐Ÿ™ Masukan Anda buat artikel ini?

Tinggalkan komentar