Pengalaman Pindah Hosting Wordrpress

Pengalaman Pindah Hosting Blog WordPress (lagi)

Diperbaharui

Saat melihat kalender, hosting untuk blog Pubiway.com akan jatuh tempo tanggal 4 September ini, dan sekarang sudah tanggal 15 Agustus. Harus segera ambil keputusan, saya tidak mau lagi pindah di waktu jatuh tempo. Keteteran habis saya disana.

 

Sejak lama, saya memang berencana untuk mengganti hosting blog di namecheap ini. Konten berbahasa Indonesia ditujukan untuk pembaca dari negara ini juga, dan sebaiknya server lokasinya juga Indonesia, atau paling jauh Singapura (SG).

Dari evaluasi kenyamanan pengguna (User Experience), agak lambat mengakses artikel-artikel blog ini. Mungkin karena lokasi servernya cukup jauh di Los Angeles, Amerika Serikat. Begitu juga hasil dari Google Page Speed, dan Google Search Console. Benar-benar harus evaluasi sebelum algoritma google yang baru itu bergulir di 2021.

Evaluasi Kecepatan Website
Evaluasi Data Web Inti

Lalu pertanyaannya, mau pakai hosting dimana?

Seperti biasa orang yang mencari jawaban dengan internet pergi ke situs mesin pencari. Ya google tentunya, karena paling lengkap dan update.

Saya pun menemukan sebuah website yang memberikan review kepada hosting-hosting yang pernah digunakan, situs orang Indonesia : penasihathosting.com

 

Saya cek mana yang paling cepat + murah. Asli, ini untuk tingkat profesional bener, hanya merekomendasikan yang kualitas kelas 1 saja.

Saya pun mencari mana yang bisa bayar bulanan, dan biayanya kurang dari 25 ribu/bulan.

Saya masih bingung kebutuhan hosting yang bagaimana yang diperlukan blog yang masih kecil ini.

 

Karena itu saya buka kembali cPanel hosting Pubiway, dan cek penggunaan resourcenya.

Asli terkejut saya.

  • Inode hanya 7 ribuan,
  • MySQL 23 MB,
  • Penggunaan RAM hanya 20 MB-30 MB.
  • Disk Usage tidak lebih dari 250 MB.
  • Bandwidth sekitar 20 GB perbulannya.

Saya terkejut karena dulu sudah biasa ngurus web harus cari hosting langsung jenis VPS RAM 2-4 GB dan penggunaan CPU pasti diatas 50%. Ternyata blog CMS WordPress tidak memakan resource yang seperti saya bayangkan.

 

Berangkat dari data penggunaan sehari-hari, saya pun mencari hosting yang minimal disk 500 MB SSD (kalau sudah mendekati 500 MB baru upgrade ke 1 GB). RAM minimal 500 MB juga, dan bandwith unlimited.

 

Akhirnya ketemu JagoanHosting, yang cukup terkenal di Indonesia. Meskipun PenasihatHosting tidak memberikan rating yang begitu baik, setidaknya host ini bisa menghandle kebutuhan untuk saat ini.

Paket JagoanHosting
Paket Jagoan Hosting Fame

Saya pilih yang paling murah, Cloud Hosting ID Fame. Langsung bayar 3 bulan, bayar pakai GoPay Rp 50.930.

 

Nah sekarang masuk ke tahap memindahkan blog dari hosting lama ke yang baru. Saya ingin mencoba cara lain bukan manual seperti yang pernah saya lakukan dulu.

Saya pilih plugin updraftplus. Disini memang sudah diingatkan kalau proses ini akan memakan resource yang tidak kecil. Ketika proses backup dilakukan, penggunaan RAM naik hingga 268 MB. Wow! Untung host lama saya RAM 1 GB jadi aman aja.

Setelah di backup, saya install CMS WordPress di host baru. Install lagi plugin updraftplusnya, dan restore hasil backupan tadi. Prosesnya hanya sekitar 3 menitan.

Oh iya, lamanya waktu propagasi saat ganti nameserver domain namecheap ke jagoanhosting hanya sekitar 10 menitan saja. (Saya pakai browser berbeda + incognito). Cepat juga ternyata tidak perlu nunggu berjam-jam.

 

Dan tidak butuh waktu lama, akhirnya blog Pubiway sudah pakai hosting baru…. yeee….

Nanti kita evaluasi kembali kenyamanan penggunanya, apakah sudah mencukupi atau belum.

 

Demikianlah sesi #SharePengalaman kali ini, semoga bermanfaat~

Salam, Pubiway

Gambar Gravatar
Berbagi adalah sebuah kebahagian dalam kehidupan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *