Instagram Untuk Jualan? Ini Cara MAKSIMALIN Penjualan!

Instagram untuk Jualan – Terdapat 106,94 juta pengguna Instagram di Indonesia. Data dari NapoleonCat untuk Maret 2022.

Mayoritas pengguna berumur 18-34 tahun. Itu angka yang BESAR!

Bagaimana cara Memaksimalkan Penjualan di Instagram?

Ada beberapa metode yang umumnya dipakai para penjual. Seperti :

  • Jadi content creator, lalu menjual produk/jasa
  • Menggunakan Facebook Ads (Ingat :  FB, IG, WA itu dikelola 1 perusahaan Facebook – yang kini ganti nama jadi META)
  • 1 Akun membuat konten, 1 akun lagi untuk brosur barang-barang jualan

Kita bahas satu-persatu. Setuju ya?

#1 Jadi Content Creator lalu Jualan

Cara ini biasanya dipakai orang yang jualan produk yang jumlah itemnya sedikit.

Bisa hanya 1, 2, 3 item saja, seperti e-course, jasa konsultasi, dan semacamnya.

Dia membuat akun yang “semua partnya” di akun yang sama.

  • Branding
  • Marketing
  • Selling

Semua aktifitas akun, mulai dari postingan, story, reels ditujukan untuk mengarah ke produk yang dijualnya.

Karena itu dia menjadi content creator yang bertarget mendapat engagement.

Berupa :

  • Like
  • Share
  • Saves
  • Komentar

Dia berusaha untuk menarik target marketnya follow akunnya.

Cara ini cocok untuk jangka panjang dan mengandalkan pertumbuhan organic.

Bisa juga disini sekaligus untuk list building.

 

#2 Menggunakan Facebook Ads

Kok facebook ads?

Karena instagram Ads, ya dashboard terbaiknya dari facebook di settingnya.

Ujung-ujungnya pakai facebook ads, target instagram.

Tidak bingung lagi kan?

Nah, kalau jualan pakai cara ini, ya butuh modal, riset minat market agar iklannya lebih tertarget. Biasanya ditambah lagi dengan landingpage.

Jadi akun instagramnya, tidak terlalu di update-update banget seperti cara #1.

Karena sellingnya pakai paid traffic, yakni ads(iklan) tadi.

 

#3 Akun untuk Konten + Akun brosur

Kamu membuat akun bisnis, memposting foto-video barang dagangan kamu, di 1 akun khusus.

Jadi kalau ada calon pembeli bertanya, barang yang kamu jual apa saja?

Ya kamu tinggal kasih tahu nama akunnya (atau di tag), dan calon pembeli tinggal pilih.

Biasanya metode seperti ini kalau item barang danganannya banyak jenis.

Misalnya :

  • pakaian,
  • hasil kerajinan tangan (DIY),
  • perhiasan

yang memang modelnya beragam.

 

Ingat, akun yang seperti ini pasti minim dengan engagement.

Jadi untuk mempercantik akunnnya (agar tidak seperti akun kuburan),

ya followersnya beli saja, foto-foto produknya siram saja likes biar tambah mempercantik akun brosur tersebut.

 

Untuk dapat traffic, pakailah akun lain untuk traffic organic di instagram.

Bisa juga sumber traffic yang lain, misalnya website di google dengan SEO.

 

Kamu pasti punya alasan tertentu kenapa jualannya di instagram, tidak di marketplace yang memang khusus jualan.

Bisa karena :

  • kamu menghindari persaingan harga
  • mau jualan di blue ecean,
  • atau membangun positioning

 

Contohnya saya pribadi.

1 akun memang buat jadi brosur produk saja. Trafficnya dari sumber lain.

 

Bisa dikombinasikan antara ketiganya.

Ingat alur jualan di medsos itu :

  1. Traffic
  2. Tempat mencantumkan item yang kamu jual, dan dipercaya (trusted)
  3. Closing

Semoga bermanfaat. Terimakasih.

Akhir kata, Salam, Pubiway 🙂

Bintang berapa nih buat penjelasan diatas? 😍

Pubiway.com memang jauh dari sempurna.

Marilah kita sempurnakan bersama-sama 🙏 Masukan Anda buat artikel ini?

Tinggalkan komentar