Advertisements

Jalur Distribusi Online [2023]

Kumpulan Jalur Distribusi di Dunia Online – Katakanlah Anda punya produk/jasa.

Anda ingin memasarkan :

  • Link pembelian/pemesanan barang/jasa
  • Nomor kontak (WA/HP) untuk dihubungi
  • Branding atau memperkenalkan kepada khalayak ramai, kalau Anda eksis

 

Jalur apa saja yang bisa Anda pakai untuk distribusi informasi Anda diatas?

Kuncinya : Dimana ada kerumunan, disanalah tempat menyebarkan informasi.

Dalam list ini,

  • Nomor 1 – 12 = free
  • Nomor 13-16 = berbayar

 

Mari kita mulai.

 

1. Google Search

Key : Merangking di page 1 atau page 2

Karena Google Search terbagi beberapa tab, jadi dibahas per sub nya saja ya.

Sub nya :

1.1 Tab All

Rangking halaman. Hasil pencarian google yang isinya rata-rata link dan teks.

Disini untuk mendapatkan CTR tinggi, berusaha berada di posisi atas (rank 0, 1,2). Semakin kebawah, tingkat CTR semakin kecil, dan jarang di page 2.

(Tapi mungkin saja berubah mengingat tampilan google search sudah seperti model scrolling sosmed – scroll terusss)

Optimasi SEO adalah kuncinya.

Simulasi : Anda menyewakan mobil golf di kota X.

Ketika ada orang yang mencari informasi “sewa mobil golf di kota x” lewat google, website Anda di klik, dan sisanya cara Anda menawarkan (simplenya teknik copywriting di landingpage).

100 orang saja yang membuka halaman Anda per bulannya, katakan 5% clossing penjualan. Sudah lumayan banget kan? – dan ini SEO, bukan paid traffic.

 

1.2 Tab Images

Hasil pencarian google khusus gambar-gambar.  Bedanya dengan tab ALL, disini hasil yang muncul hanya gambar.

Optimasi SEO untuk gambar relatif lebih mudah daripada website secara keseluruhan.

Bisa gambarnya di klik dan menuju halaman penjualan Anda, bisa juga gambar yang berisi keterangan kontak (biasanya nomor HP) yang dihubungi calon buyer.

 

1.3 Tab Video

Jika tab gambar isinya gambar semua, maka tab video isinya video semua. Rata-rata masih dominan video dari youtube.

Tapi tidak menutup kemungkinan juga video-video yang ditampilkan dari flatform lain, seperti sosmed.

2. Facebook

Facebook masih menjadi sosial media pengguna terbesar, dengan market orang-orang tua yang dominan.

Setidak-tidaknya distribusi informasi jualan Anda bisa disalurkan lewat :

2.1 Profile Facebook

Akun biasa, yang limitnya 5000 teman itu. Dengan privasi publik, bisa menggaet orang-orang yang berpotensi menjadi pelanggan.

Tapi strateginya bukan hard selling, karena orang di sosmed rata-rata untuk refreshing, cari hiburan, tidak menyukai hard selling langsung.

Jadi strategi yang tepat lewat covert selling. Lewat bercerita misalnya.

 

2.2 Fanspage Facebook

Fanspage (halaman facebook) beda dengan akun profile biasa, dimana kita bisa menggaet banyak pengikut (followers) di halaman itu.

Strategi jualannya juga sebaiknya dengan covert selling.

 

2.3 Reels Facebook

Reels ini masih baru di facebook. Kita tahu facebook produk perusahaan META. Jadi tidak jauh beda algoritmanya dengan reels di instagram.

Konsepnya, kita posting, yang melihat postingam bukan sebatas followers atau friends, melainkan disebar ke banyak pengguna.

Karena itu tidak jarang views bisa ratusan ribu, meskipun fanspagenya masih 500 followers.

 

2.4 Grup Facebook

Grup facebook masih tempat ideal untuk “bikin kolam“.

Bisa softselling di grup sendiri, atau paid promote di “kolam” grup orang lain.

 

Note : tidak lupa juga, memberi komentar yang relavan dengan isi postingan juga berpeluang menghasilkan konversi.

Perhatikan juga limit biar tidak dibanned. Boleh baca : Cara Supaya Kiriman di FB tidak dianggap SPAM?

 

Selain itu, bagian “facebook marketplace” juga bisa menampilkan gambar + keterangan…

 

3. Instagram

IG adalah sosmed yang banyak dipakai kaum Gen Y dan Z. Agar tidak pindah-pindah topik, kita bagi 2 saja, postingan instagram dan video (termasuk reels, IGTV).

3.1 Postingan Instagram

Postingan instagram disini maksudnya yang post biasa. Sebaiknya buat yang tipe carousel (yang bisa di swipe).

Karena carousel tingkat ER (Engagement Rate) lebih tinggi dibanding single foto.

Tetap dengan softselling atau covert selling, dan isi caption nya bisa uraian lebih lengkap tentang produk.

Kalau link produk bisa ditaruh di bio, atau bisa juga pakai layanan seperti linktree.

 

3.2 Video/Reels Instagram

Jika postingan biasa disebar ke followers yang sudah ada atau jika bagus masuk ke Explore orang lain, maka algoritma untuk video reels berbeda.

Konsepnya mirip seperti TikTok, video di sebarluaskan ke berbagai pengguna. Teknik jualannya sudah pasti covert selling.

Ingat di IG belum ada “klik keranjang kuning nya ya”….

Sudah pasti alihkan informasi jualan di bio. Fokus ke rasa ingin tahu (kepo).

Bonus :

Posting video instagram. Isi captions dengan keyword. Supaya?

Double traffic. Dari instagram dapat. Dari google yang merangking video instagram juga dapat.

 

4. TikTok

TikTok ini lagi naik daun banget, karena algoritma nya benar-benar modern, sehingga medsos lain sampai-sampai harus meniru supaya tidak ditinggalkan para pengguna.

Rata-rata pengguna disini anak Gen Z… jadi sesuaikan juga dengan target market jasa/produk Anda.

4.1 Video TikTok (VT)

Video TikTok jelas bisa dipakai jualan. Tentunya softselling, apalagi kalau tembus FYP.

Tidak melulu harus video pendek, sekarang TikTok sudah ada fitur post gambar-gambar dalam bentuk slide.

Jika kamu sudah membuka TikTok Shop, tentu bisa langsung mencantumkan keranjang kuning di video tersebut.

Bonus : Masukkan keyword di video tiktok. Double traffic. Dari tiktok, dan dari google yang merangking video tiktok.

 

4.2 Live TikTok

Kalau postingan, kita buat sekali dan disebar ke berbagai penjuru tiktok yang menurut algoritma akan relevan dengan pengguna.

Kalau LIVE Tiktok, ya video saat itu direkam dan ditayangkan, berinteraksi saat itu juga dengan penonton. Biasanya disini sudah hard selling sekali.

Orang-oarng berkumpul, dan Anda sebagai penjual mendemonstrasikan produk dengan menarik.

 

5. Twitter

5.1 Tweet

Ngetweet punya batasan karakter, namun bisa juga jadi multi tread, twit yang bersambung-sambung.

Covert selling sih rata-rata.

Belakangan ini tidak jarang sosmed twitter yang trending di serbu balasan tweet berisi link produk… efek boomingnya affliasi marketplace.

5.2 Video Twitter

Sama seperti medsos lainnya, sesuaikan saja dengan durasi waktu di Twitter.

Tips : captionsnya isi dengan keyword. Supaya double traffic. Dari twitter, dan dari google yang merangking video twitter.

 

6. Pinterest

Pinterest memang tidak terlalu populer-populer amat di Indonesia, tapi di luar negeri pinterest banyak peminatnya. Bule-bule suka scrolling pinterest.

6.1 Foto Pinterest

Bisa pakai gambar menjelaskan produknya, juga tersedia tempat link untuk menuju website jualan Anda.

6.2 Video Pinterest

Sama konsepnya dengan foto.

 

7. Email

7.1 Email kepada subscribers (list building)

Dengan mempraktekkan List Building, Anda bisa menjual produk-produk lewat email. Tentunya merawat hubungan yang baik dengan list.

Bisa kirim email-email berisi tips berguna bagi calon pelanggan. Bukan tiap kirim email isinya jualan ya…

 

8. Telegram

Telegram juga banyak penggunanya.

8.1 Grup Telegram

Bisa membagikan informasi jualan juga lewat gurp-grup di telegram.

8.2 Channel Telegram

Anda bisa membuat channel sendiri, dan membuat konten-konten bermanfaat yang akan di ikuti pengguna di telegram. Sharing-sharing dahulu, selling-selling kemudian masih relavan.

 

9. Whatsapp

WA ini memang lebih ke ranah private, tapi tidak jarang dipakai untuk berjualan.

9.1 Story Whatsapp

Jika sudah saling menyimpan kontak, Anda bisa posting stories yang dilihat orang-orang yang sudah save kontak Anda. Berjualan bisa dilakukan disini. Bikin stories yang nanggung, biar yang lihat panasaran dan menghubungi Anda.

9.2 Grup Whatsapp

Grup WA juga bisa dipakai berjualan.

 

10. Shopee Video

Shopee sebagai marketplace juga membuat fitur tempat upload videonya.

Tentu banyak postingan jualan.

Jika kamu sebelumnya sudah produksi video pendek di TikTok, bisa tinggal re-upload saja videonya (dan hapus watermarknya) ke shopee video.

Jualan lewat Shopee juga bagus.

 

11. Snack Video

Ini juga flatform berbagi video pendek, mirip-mirip tiktok. Sekali produksi, re-upload saja ke berbagai flatform termasuk Snack video ini. Jangan lupa tampilkan kontak, siapa tahu ada yang tertarik dengan produk/jasa Anda.

 

12. Forum

Segala forum non-sosmed. Misalnya di dunia IM ada forum Ads.id.

Yang umum ada kaskus di Indonesia, kalau luar negeri ada Reddit.

Tapi jualan di sini sesuaikan juga dengan peraturan forum. Jika membalas komentar postingan forum, sesuaikan juga dengan isi dan produk Anda. Jangan spamming ya.

 

13. Facebook Ads (META Suite)

Meskipun namanya facebook, iklan (ads) bisa didistribusikan ke semua flatform dibawah META, yaitu :

  • facebook
  • Instagram

Namanya Ads, tentu tidak gratis. Ada biaya per aksi yang kita pilih. Pelajari dengan serius supaya tidak “boncos”.

14. TikTok Ads

TikTok yang sedang ramai digunakan bisa dimanfaatkan untuk beriklan lewat video pendek di TikTok.

 

15. Google Ads

Google Ads ini besar loh jaringannya. Bisa menampilkan iklan khusus di hasil pencarian orang di google.

Bisa juga di youtube. Bisa juga disebarkan ke publisher Adsense yang sangat besar jaringannya.

16. Twitter Ads

Di twitter kita juga bisa pasang iklan. Ini juga bisa menjadi pilihan yang bagus selama menjangkau target market dengan tepat.

 

 

Itulah jalur distribusi online yang bisa kita maksimalkan sekarang ini. Baik yang gratisan, maupun berbayar (ads).

Ada ide lain? Komen dibawah ya 👇

Bintang berapa nih buat penjelasan diatas? 😍 Beri Feedbacknya ya

Pubiway.com memang jauh dari sempurna.

Marilah kita sempurnakan bersama-sama 🙏 Masukan Anda buat artikel ini?

Penulis pubiway.com

Pengguna aktif media sosial lebih dari 1 dekade. Blogger sejak 2012, dan sangat menyukai dunia teknologi.

Tinggalkan komentar

E-commerce