Perbedaan Laptop Murah dan Mahal

Perbedaan Laptop 3 Jutaan dengan 9 Jutaan

Diperbaharui

Apa bedanya antara laptop kategori harga murah (sekitar 3 jutaan) dengan yang lumayan mahal (9 jutaan) ?

Pertanyaan ini muncul dari pengalaman pribadi yang menggunakan keduanya sebagai daily driver. Apa sih bedanya? Kenapa harganya sampai berkali lipat gitu? Kan fungsi laptop itu sama saja?

So, untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya kita sama-sama bergerak dari arti laptop itu sendiri.

 

Pengertian Laptop

Menurut Wikipedia, laptop (komputer jinjing) adalah atau komputer yang ukurannya relatif kecil dan beratnya ringan, sumber dayanya dari baterai.

Panggilan lainnya adalah : komputer notebook atau notebook.

 

Jenis-Jenisnya

Laptop juga punya jenis-jenis tertentu, yang mana menurut PintarKomputer dapat dibagi 4 bagian yakni :

  1.  Ultrabook ; Canggih, tipis, baterai awet
  2.  Notebook Touchscreen ; punya layar sentuh
  3.  High Performance ; Spesifikasi tinggi, digunakan untuk pekerjaan berat
  4.  Standard Performance ; Standart, hanya digunakan untuk komputasi ringan.

 

Oke, setelah kita memahami sedikit pengantar tentang laptop, sekarang kita bahas intinya.

Penggunaan Laptop 3 Jutaan dengan 9 Jutaan

Laptop 3 jutaan yang saya gunakan adalah :

Lenovo Idepad 110-14Ibr

Dengan spesifikasi singkat :

  • Intel Celeron N3160
  • RAM 2 GB DDR3L
  • Layar 14″
  • Memori 1TB HDD

 

Sedangkan laptop 9 jutaan nya adalah :

Asus Vivobook S510UQ

Dengan spesifikasi singkat :

  • Intel core i5 7200U
  • RAM 4 GB DDR4
  • Layar 15,6″
  • Memori 128 SSD Sata 3 + HDD 1 TB

 

Disini saya menggunakan keduanya hanya untuk aktifitas ringan, tidak ada rendering video ataupun memainkan game-game berat. Hanya :

  • Browsing Sosial Media, situs berita, nonton youtube, download anime, baca manga/komik
  • Mengetik tugas di Microsoft Word
  • Aktifitas blogging : riset, menulis artikel, edit gambar dengan aplikasi bawaan (Paint), dan Canva
  • Hanya itu saja…

 

So dari aktifitas tersebut, inilah yang saya rasakan perbedaannya :

 

 

#1 LAMBAT

Ya, ketika kita terbiasa dengan yang cukup cepat, maka ketika menggunakan yang agak lambat akan terasa sekali perbedaannya.

 

•Saat Hidupkan Laptop (Booting)

Yang 3 jutaan karena masih memakai HDD, bootingnya lamaaaaaaaaaaa sekali. 1 Menit-an sampai kita bisa menggunakan dengan normal

Yang 9 Jutaan sudah menggunakan SSD, dan storage itu digunakan untuk Operating Systemnya, maka sekitar 30-45 detik sudah bisa digunakan.

Disini pelajaran yang saya dapatkan adalah : Jangan menggunakan laptop dengan Harddisk (HDD) lagi, beralihlah ke SSD.

Pantas saja para reviewer laptop seperti Jagad, DK ID dkk merekomendasikan untuk menggunakan SSD.

 

•Saat Buka aplikasi

Jika dibandingkan antara keduanya, masih lebih cepat yang 9 jutaan, itu masih aplikasi ringan.

Ketika mau mengetik tugas di Ms.Word, yang satu harus menunggu beberapa saat, sedangkan yang satu lagi langsung bisa digunakan, hanya proses beberapa detik.

 

#2 NGELAG

Aktifitas saya saat browsing adalah membuka banyak tab.

Ketika memakai laptop 3 jt an, baru beberapa tab sudah “ngelag“, paling parah = not responding….

Sedangkan laptop 9 jutaan ketika membuka banyak tab masih tetap lancar, setelah terlalu banyak baru mulai terasa ngelag. Namun perbedaan keduanya sangat jauh.

 

Disini saya dapat pelajaran : Jika suka melakukan banyak aktifitas disaat bersamaan, Upgrade RAM laptop anda.

 

 

Hanya dari 2 poin pokok itu saja, sudah sangat terasa sekali feel penggunaannya.

Saya tidak perlu mempermasalahkan perbedaan berat laptop (berapa KG), jenis layar, kenyamanan keyboard, dan sejenisnya karena memang sudah beda level.

 

Video Tambahan

Saya menemukan video yang pembahasannya sangat related dengan artikel ini. Jadi mendukung opini saya.

Ini videonya dari PemmzChannel, durasi 9 menitan, dan pembahasannya adalah tentang RAM dan SSD.

 

Kesimpulan

Ketika ada orang yang mengatakan

semua laptop itu sama saja, yang mahal hanya menang model/style, fitur sedikit lebih banyak, sisanya sama saja” maka itu adalah pandangan yang keliru.

“Feel”, “kenyamanan penggunaan”, “produktifitas yang dihasilkan”, semua benar-benar berbeda.

 

Laptop yang berbeda harga memang beda tujuan penggunaannya.  Jadi tidak perlu menganggap laptop seharga belasan sampai puluhan juta itu hanya ajang kemewahan, tapi memang diciptakan untuk suatu penggunaan tertentu.

 

Demikianlah sharing kali ini, semoga membawa manfaat bagi yang mencari-cari artikel seperti ini.

Salam, Pubiway

Voucher Belanja 50k Gratis ! Baca selengkapnya...
Gambar Gravatar
Berbagi adalah sebuah kebahagian dalam kehidupan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *