Ledakan Konten

Ledakan Konten – Setelah perang dunia II berakhir terjadi ledakan bayi dan “angkatan” itu disebut Baby Boomers.

Ketika pandemi memukul manusia di seluruh bumi, hampir di semua aspek kehidupan, terjadi peralihan ke dunia digital besar-besaran.

Dampaknya?

KONTEN DIGITAL MELEDAK 🔥

Muncullah buku, kursus, pelatihan, tutorial membuat konten.

Demi apa konten diproduksi? Ya demi cuan uang.

Sekarang, konten siapa yang Anda konsumsi di media sosial?

Sabar, jangan jawab dulu pertanyaan ini.

Dulu…. tahun 2000-an awal, saat TV masih kita tonton

“Kontennya” dibuat oleh seorang profesional

dan…

ada yang mengawasi.

  • Apakah isi kontennya melewati batas?
  • Layak ditayangkan (disiarkan) ?
  • Kategorinya untuk penonton seperti apa :  anak-anak kah? semua umur kah? perlu bimbingan orang tua kah? dewasa kah?
  • Kapan ditayangkan :  Tengah malam saat anak-anak tidur? Di pagi hari sebelum orang-orang berangkat kerja/sekolah? Saat makan siang? Saat malam hari jam 7-8?
  • dan banyak lagi

Kembali ke pertanyaan diawal.

Konten yang Anda konsumsi setiap hari, siapa yang membuatnya?

  • Seorang profesional yang punya tanggung jawab tinggi, bermoral, berdedikasi tinggi?
  • Seorang profesional dalam propaganda untuk kepentingan nya – kelompoknya – yang membayarnya?
  • Seorang amatir yang masih pakai prinsip coba-coba?
  • Seorang yang terlatih merampok atensi Anda yang mahal dan terbatas itu?

Okelah. 1x mengkonsumsi, tidak terasa ada efeknya.

Tapi, tiap hari Anda konsumsi, maka?

 

Masih ingatkan peribahasa saat kita SD?

Sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit

 

Ini belum termasuk survive dari dampak polarisasi dari algoritmanya sosial media.

 

Sekarang, apa solusinya dari semua permasalahan diatas?

Yakin mau lanjut?


Bintang berapa nih buat penjelasan diatas? 😍

Pubiway.com memang jauh dari sempurna.

Marilah kita sempurnakan bersama-sama 🙏 Masukan Anda buat artikel ini?