Lebih Enak Mengelola Web Blog atau Web Service?

Oke, kita sesi santai dulu, lebih ke sharing ya.

Menjawab pertanyaan :

Lebih enak mengelola yang mana : Web blog atau Web service?

Web blog itu kayak website yang Anda baca sekarang. Ini contoh web yang berisi blog.

 

Blog berisi banyak artikel-artikel. Bisa pakai blogspot ataupun seperti pubiway.com ini yang pakai wordpress.

 

Web Service?

Website yang ada aplikasinya. Bentuk service.

Bisa SAAS (website service berlangganan), ataupun service yang gratis.

Contoh webnya :

Websitenya hanya terdiri dari beberapa halaman saja.

Yang ditawarkan lebih ke service – layanan – aplikasi berbasis web

Kalau yang kompleks itu yang seperti website canva.com. Kita bahas yang versi simpel ke medium.

 

Di konteks artikel ini, kita membandingkan sebuah web blog yang punya banyak artikel, dengan web service yang medium (tidak terlalu kompleks).

 

Enak yang mana?

Kebetulan saya punya pengalaman mengelola website 2 tipe diatas, selama bertahun-tahun.

 

Kalau ditanya, enakan yang mana…

jawabannya tergantung jenis website dan sisi nyaman Anda.

 

Kedunya punya sisi plus minus.

 

Web Berbentuk Blog

Kita pakai wordpress sebagai CMS.

Kelebihannya :

  • Mudah digunakan, tanpa perlu ribet mengerti bahasa pemograman.
  • Punya banyak halaman, jadi jangkauannya luas.
  • Butuh spesifikasi server yang ringan

 

Kelemahannya :

  • Harus rutin diupdate. Karena produknya = Information product
  • Untuk perawatan apalagi artikelnya sudah ratusan = sangat melelahkan.
  • Gampang ditiru (apalagi orang lain tinggal pakai AI untuk me-rewrite kontennya)

 

Web Berbentuk Service

Misalnya website convert video tiktok, atau convert pdf ke word.

Kelebihannya :

  • Tidak perlu rutin update artikel. Yang perlu dijaga hanyalah codingannya berjalan lancar memproses permintaaan service.
  • Lebih sulit ditiru. Kalaupun ditiru harus sampai level coding (script) websitenya
  • Spesific niche. Topik website nya sangat spesifik.
  • Kalau bagus dan memuaskan, cepat dapat review (+backlink) dari blog-blog lain
  • Pemilik gampang menduplikasi. Ubah sedikit saja bisa untuk mengincar market untuk negara lain. Karena basic scriptnya sama.

 

Kekurangannya :

  • Coding itu tidak gampang, apalagi untuk niche tertentu. Biaya tambahan seperti proxy, bayar API sering menjadi tantangan
  • Mencari niche khusus dan bersaing dengan website lain yang sudah tahu “ladang basah” nya.

 

Yah itulah sedikit pengalaman dari ber-website-ria lebih dari 1 dekade yang lalu….

 

Semoga bermanfaat dan menambah insight ya 🙂

Akhir kata, salam Pubiway 🙂

Bintang berapa nih buat penjelasan diatas? 😍

Pubiway.com memang jauh dari sempurna.

Marilah kita sempurnakan bersama-sama 🙏 Masukan Anda buat artikel ini?