Alasan Orang Menunda Optimasi Instagram-nya?

Ada orang yang menunda mengoptimasi instagram miliknya. Padahal dia sudah tahu banyak, bahkan diatas rata-rata pengguna mayoritas di IG.

Apa alasannya?

Mari kita bahas…

 

Menunda padahal sudah tahu banyak hal di instagram

Tidak sedikit orang yang sudah tahu banyak hal seperti ….

#Tahu Peluang Besar di Instagram

Instagram ada di internet, dengan total pengguna dari Indonesia saja mencapai 107 juta di bulan Juni 2022.

Itu jumlah yang besar sekali, dan memberi peluang yang juga sangat besar.

Peluang besar ini bisa dimanfaatkan untuk :

  • Menjadi terkenal ; seperti jadi selebgram/influencer
  • Berjualan softselling dengan traffic organic ; sharing sharing dahulu, selling-selling kemudian
  • Bangun list building ; bisa mengumpulkan nama+email, lalu dijualin pelan-pelan lewat strategi email marketing
  • Kepentingan hitam seperti nyepam, dan semacamnya (tidak perlu disebut, Anda pasti tahulah apa aja yang hitam-hitam itu)
  • dan banyak lagi

 

 

#Ngerti algoritma nya instagram

“Ngerti” bukan paham A-Z luar dalam seutuhnya algoritma instagram ya..

itu sih bagian developers dari META sana.

Ngerti disini maksudnya :

  • paham perubahan-perubahannya
  • paham apa kepentingan algoritma menguntungkan dibagian mana dan kapan aja
  • paham dengan “siklus”
  • dan tentunya paham menganalisa, ataupun tahu mencari informasi kemana yang share begini-beginian

 

#paham membuat konten yang peluang viralnya tinggi

Kita pasti tahu, “rumus” konten viral itu memang ada.

Manusia-manusia itu memang ada titik lemahnya, dan berlaku universal.

Dengan ngerti cara bikin konten berpeluang besar viral, ya banyak “benefit” yang bisa “dipetik/dipanen”…

 

 

#Paham path to money di instagram

Sudah pahamlah, instagram itu ga fitur iklannya langsung dari flatform seperti youtube yang ada Adsensenya.

Di instagram ada banyak sekali jalur uang. Jalur monetasi.

Dari yang putih, abu-abu, hingga hitam….

 

 

#Tahu nanya apa dan kemana bertanya sesuatu yg belum dipahami

Ini adalah keadaan ketidaktahuan yang masih batas aman.

Minimal :

  • Tahu bertanya apa, apa yang mau ditanyakan dan dicarikan jawabannya
  • Tahu bertanya kepada siapa atau kemana

 

pokoknya secara pengetahuan :

  • sudah kategori diatas rata-rata pengguna yang cuma tau login-scroll-like-komen-posting stories.
  • dan bukan orang yang action sebentar, karena ga ada hasil nyerah. Ini orang paham ada “waktu” menanam pohon instagramnya, ngerti banget adanya pertemuan kemampuan x kesempatan

 

Tapi meskipun sudah paham banyak hal diatas,

kenapa optimasi instagram tidak dilakukan?

kenapa ga ambil action?

 

 

Mungkin ini beberapa alasannya…

Alasan Menundanya?

Adapun alasan mereka tetap menunda dan tidak ambil action antara lain :

#1 Masih ragu ilmunya sudah complate

Dia ragu, dan selalu bertanya

ilmu gw ini sudah complate belum ya? sudah A-Z kah ku kuasai?

padahal ilmunya sudah banyak dan lama mengumpulin semua itu.

Baik itu dari :

  • membaca konten-konten yang memang menjelaskan hal itu
  • buku-buku
  • e-course
  • pengamatan pribadi bertahun-tahu

 

#2 Keraguan kalau ilmu itu belum yang terbaik

Kemudian ragu kalau ilmu yang dipegang “belum terbaik”.

 

Ada sebuah kisah tentang hal ini. Mungkin Anda juga sudah pernah membaca atau mendengarnya.Ada seorang murid, dia bertanya pada gurunya. Lalu gurunya menguruh pergi ke ladang jagung. Tugasnya mengambil buah jagung yang menurutnya paling baik.

Syaratnya, dia hanya boleh membawa 1, dan ketika maju, tidak boleh mundur lagi.

Singkat cerita, si murid pun pergi. Dia pun menemukan jagung yang bagus. Tapi dia berfikir “mungkin ada yang lebih bagus di depan nanti”

Kemudian dia jalan lagi, dan ketemu jagung yang lebih bagus.

Dalam hati dia pun berpikir “nah benarkan, di depan ada yang lebih bagus”. Tapi jangan jangan ada yang lebih better dari ini???”..

Dia maju lagi, tapi ternyata lebih bagus yang sebelumnya. Dia maju lagi, dan begitu terus, hingga dia sampai di ujung ladang jagung.

 

Lalu dia bertemu dengan gurunya…. dia tidak membawa apa-apa, dan jagung terbaik sebenarnya yang diawal-awal tadi…

 

Ya begitulah kehidupan, berusaha terus mencari yang terbaik, tapi terkadang lupa, kalau kita ada batas waktunya.

Kadang memang harus di cocok-cocokkan. Karena yang terbaik tidak di waktu yang tepat juga jadi tidak bagus.

dan yang biasa-biasa tapi di waktu yang tepat, menjadi yang terbaik.

 

Seperti makanan, yang rasanya biasa-biasa saja dimakan di waktu kelaparan jauh lebih enak

daripada

makanan super lezat tapi di waktu perut kembung kekenyangan…

 

#3 Sudah memuaskan rasa kepo

Nah, hal unik yang sering terjadi.

Mereka mempelajari untuk memuaskan rasa ingin tahunya.

Dan setelah terpuaskan, mereka jadi enggan untuk ambil action.

Ini memang aneh, tapi sering terjadi.

 

#4 Ga Pede

Meskipun sudah tahu ilmunya, tapi tetap tidak percaya diri.

  • Tidak pede dengan wajahnya untuk ditampilkan dalam konten
  • tidak percaya diri dengan desain feed yang akan dia desain
  • tidak pede dengan karya tulisannya yang nanti dibaca orang.
  • Takut diejek, takut dikritik akun-akun yang bahkan tidak menampilkan wajah aslinya
  • dan banyak lagi.

 

Bintang berapa nih buat penjelasan diatas? 😍

Pubiway.com memang jauh dari sempurna.

Marilah kita sempurnakan bersama-sama 🙏 Masukan Anda buat artikel ini?

Tinggalkan komentar