My Second Brain : Bermanfaat tapi Jarang dipakai. Kenapa?

My Second Brain – Apa jadinya kalau kita punya otak kedua?

Pastinya beban pikiran kita berkurang. Setengahnya bahkan.

 

Suatu hari, saya ikuti test seperti talent dynamics tapi yang versi bahasa Indonesia. Saya ingin tahu apa profile saya.

Keluarlah hasilnya, saya cocokkan… dan….kecenderungan saya memang selalu di 2 profile saja.

Kadang yang arah barat, kadang barat laut itu.

 

Salah satu karakter khasnya adalah “orang sistem“.

So, ketika ketemu informasi adanya my second brain, versi bahasa Indonesia, saya tertarik.

Order, install, baca panduan. Mulai praktik.

 

Sungguh, ini sebenarnya keren banget. Dengan berbasis flatform notion.so (yang memang sudah saya pakai tiap hari), template yang sudah di desain ini sungguh menarik.

Sampai hari ini, saya masih terus mempelajarinya.

 

Kenapa jarang dipakai?

Jujur, bikin sistem tidak ada mudah-mudahnya sama sekali. Mumet. Tapi kalau sudah berhasil, ketemu titik “aha”, enak banget.

Saya tidak terlalu asing dengan beginian, karena memang ketika membuat web, blog, yang namanya coding sudah makanan sehari-hari. Kalau sistem itu berhasil dibangun… wih enak banget.

Membuat sistem itu tidak mudah, walaupun saya suka. Aneh memang.

 

Ketika saya join ke grupnya, cukup terkejut sebetulnya. Kok jarang yang pakai?

Apakah karena marketingnya kurang?

Padahal ini (bagi saya loh ya) seperti menemukan kotak harta karun!

Bayangkan kalau kita diajarkan sejak SD untuk bangun sistem sendiri…. ga terbayang deh jadi negara secanggih apa kita.

 

Hingga satu titik, sama seperti penjelasan yang membuat sistem ini yang dipanggil MBS (MySecond Brain) ini tidak mudah dioperasikan. Tidak semua orang mampu/cocok membuat sistemnya sendiri.

Semoga bisa terus dikembangkan.

Oh iya landingpagenya di https://www.secondbrain.me

Semoga bermanfaat.

Bintang berapa nih buat penjelasan diatas? 😍

Pubiway.com memang jauh dari sempurna.

Marilah kita sempurnakan bersama-sama 🙏 Masukan Anda buat artikel ini?

Tinggalkan komentar