Tipe akun di Media Sosial yang diikuti orang-orang?

(Dan Ini Ada Artinya Buat Kamu)

Mungkin kamu pernah kepikiran.

“Sebenernya orang-orang itu follow akun apa sih di media sosial?”

“Kenapa akun gue susah tumbuh?”

“Atau jangan-jangan gue dari awal udah salah posisi?”

Jawabannya sebenernya gak ribet.

Karena datanya konsisten dari tahun ke tahun.

Orang Indonesia itu follow akun bukan karena ilmunya dulu,

tapi karena relasinya, hiburannya, dan kedekatannya.

Mari kita bedah pelan-pelan.


#1 Teman, Keluarga, dan Orang yang Dikenal

(Ini puncaknya. Dari dulu sampai sekarang)

Mayoritas orang Indonesia follow:

  • temen sekolah
  • temen kerja
  • saudara
  • kenalan lama

Bukan influencer.

Bukan ekspert.

Tapi orang yang mereka kenal.

Masuk akal.

Media sosial itu awalnya emang buat:

“Eh lu masih hidup ya?”

“Sekarang kerja dimana?”

“Anak lu udah gede ya?”

Bukan buat belajar funnel.

Bukan buat bahas mindset.

Ini alasan kenapa:

  • akun baru sering sepi
  • tapi akun pribadi isinya rame

Karena kedekatan > kualitas konten.


#2 Akun Hiburan & Meme

(Pelarian massal setelah capek hidup)

Ini besar.

Dan akan selalu besar.

Setelah kerja.

Setelah macet.

Setelah dimarahin bos.

Setelah ribut sama pasangan.

Orang buka HP bukan mau mikir.

Tapi mau lega.

Makanya:

  • meme receh
  • video kocak
  • potongan absurd

Selalu menang reach.

Bukan karena bodoh.

Tapi karena otak lagi minta istirahat.


#3 Band, Penyanyi, dan Musisi

(Ikatan emosional jangka panjang)

Orang follow musisi bukan cuma karena lagu.

Tapi karena:

  • nostalgia
  • fase hidup
  • kenangan

Lagu galau = inget mantan.

Lagu lama = inget masa SMA.

Makanya fanbase musisi:

  • loyal
  • tahan lama
  • gak rewel soal jualan

#4 Aktor, Komedian, dan Atlet

(Figur yang ditonton, bukan diajak mikir)

Aktor.

Komedian.

Pemain bola.

Orang follow karena:

  • kagum
  • terhibur
  • pengen lihat kehidupan mereka

Bukan buat debat.

Bukan buat belajar.

Makanya engagement mereka:

  • tinggi
  • simpel
  • emosional

#5 Influencer & Ekspert

(Ini baru muncul agak ke bawah)

Ini menarik.

Influencer dan ekspert bukan di atas.

Padahal kontennya “bermanfaat”.

Kenapa?

Karena:

  • orang follow kalau sudah percaya
  • bukan karena butuh
  • tapi karena nyaman

Makanya akun edukasi:

  • tumbuhnya lama
  • tapi bisa sustain kalau konsisten

#6 Kuliner: Restoran, Koki, & Makanan

(Manusia = makhluk lapar)

Scroll sosmed.

Liat makanan.

“Wah enak.”

“Kayaknya bisa dicoba.”

“Save ah.”

Kuliner itu:

  • visual
  • instan
  • gak perlu mikir

Makanya selalu laku.


#7 Acara TV & Channel

(Kebiasaan lama, pindah platform)

Dulu nonton TV.

Sekarang follow IG-nya.

Bukan karena acaranya pinter.

Tapi karena sudah familiar.


#8 Brand yang Sedang Diamati

(Belum beli, tapi kepo)

Orang follow brand bukan langsung beli.

Biasanya:

  • lagi bandingin
  • lagi mantau
  • lagi mikir

Makanya jangan heran:

  • follower banyak
  • pembeli belum tentu

Follow tidak sama dengan percaya penuh.


#9 Olahraga & Tim Favorit

(Identitas, bukan sekadar hobi)

Fans bola itu bukan sekadar nonton.

Itu identitas.

Makanya:

  • kalah pun tetap dibela
  • menang jadi bangga bareng

#10-#15 Akun Kerja, Brand, Perusahaan, Gaming, Publikasi

(Semua penting, tapi kontekstual)

Ini biasanya difollow karena:

  • kebutuhan
  • fase hidup
  • kepentingan sesaat

Bukan karena cinta.

Tapi karena fungsi.


Terus, Data Ini Buat Apa?

Ini bagian pentingnya.

Kalau kamu content creator, pertanyaannya bukan:

“Konten apa yang paling keren?”

Tapi:

“Gue mau diposisikan sebagai siapa?”

Karena mayoritas orang:

  • follow orang yang dekat
  • atau yang menghibur
  • baru terakhir yang mengajar

Kalau kamu maksa jadi “ahli”

padahal audiensmu masih asing…

Ya berat.

Bukan salah algoritma.

Bukan salah shadowban.

Salah posisi.


Penutup (tanpa maksa)

Data ini gak nyuruh kamu berubah.

Cuma ngasih cermin.

Mau jadi:

  • temen ngobrol?
  • penghibur?
  • figur?
  • atau pengajar?

Silakan.

Yang penting satu:

Jangan ngarep diperlakukan seperti keluarga,

kalau dari awal datang sebagai dosen.

Udah.

Sekarang giliran kamu mikir.

pubiway.com

Penulis merupakan pengguna aktif media sosial sejak 2010, blogger sejak 2012. Bertahan dan berkembang di era digital hingga saat ini.