Tujuan Menulis Blog (Di era Modern Sekarang)

Diperbaharui

Blog adalah flatform. Sebuah tempat di dunia online. Media menulis.

Tujuan menulis blog? 

Bermacam-macam. Mereka mengatakan :

  • Sarana meningkatkan kemampuan diri
  • Menyalurkan pendapat/ide
  • Memasarkan produk bisnis
  • Mendapatkan uang
  • Membangun reputasi-popularitas
  • Latihan menulis
  • Menjalankan hobi menulisnya
  • Membuat catatan agar tidak terlupa-menghilang
  • Tempat berbagi & membantu orang lain
  • Untuk Branding
  • Menambah koneksi
  • Menghilangkan stress – karena meluapkan emosi ke tulisan itu baik

…daan lain semacamnya.

 

Suatu hari, teman kirim WA :

Bro gimana caranya blog gw dibaca banyak orang, dan untuk adsense juga

Dia mengirim link postingan yang baru ditulisnya, dan meminta saran dan rekomendasi.

 

Jawabannya cukup panjang. Sederhananya : beda goals, beda “PR/homework” nya.

Blog yang ditujukan untuk menarik uang dari konversi affiliasi, sangat beda PR nya dengan blog untuk branding.

Beda blog untuk tujuan “cuan” dari adsense dan blog menulis diary.

 

Biar mudah, kita bagi per “goals” ya. Satu demi satu.

Tujuan Umum orang-orang Menulis Blog

#1 Blog Diary

Dear diary,

hari aku ketemu cewek cantik……rasanya aku jatuh cinta, jatuh cinta pada pandangan pertama…..

Ini blog yang dijadikan untuk menumpahkan kesehariannya dalam tulisan.

Zaman dulu kita menulisnya di buku, yang pakai kertas itu.

Seiring berkembangnya zaman, media bukunya berpindah ke digital salah satunya blog.

Era 2010-an banyak yang melakukannya.

 

Zaman sekarang mungkin masih ada. Tapi tidak sebanyak dulu.

Kalau sekarang curhatnya ada banyak pilihan tempat :

  • di status facebook “duh jemuran belum kering….”
  • di insta story…
  • di WA Story…
  • di IG dengan caption aneh-aneh…
  • di twitter…

Cuma di linkedin yang jarang curhat wkwkwk.

 

Kembali ke blog diary.

Disini tidak banyak PRnya. Tulis saja yang kamu mau. Yang penting tidak melanggar hukum.

Toh tulisan ini untuk konsumsi pribadi kamu dan bestie-bestie mu (mungkin).

Just it. Very simple.

 

#2 Blog Latihan Menulis

Supaya jago sesuatu, maka latihlah terus menerus..

Kata pepatah

Ala bisa karena biasa

Kata filsuf,

Tidak ada Keunggulan, yang ada Hanya Perulangan

 

Agar jago menulis, ya wajib sering latihan menulis.

Media latihannya bisa di blog.

  • Latihan membuat cerpen, latihlah bikin puluhan cerpen di blog.
  • Latihan membuat opini, ya buatlah opini yang banyak di blog.
  • Latihan copywriting, ya bikin copywriting sebanyak-banyaknya di blog.
  • Latihan merancang propaganda, ya bikin propaganda sering-sering di blog.
  • Latihan menulis buku juga bisa di blog. Bab 1, bab 2, dan seterusnya.

 

Disini blog menjadi medianya saja. PR nya ga banyak. Simpel seperti blog diary diatas.

 

 

#3 Blog Sharing Random

Salah satu keinginan manusia adalah membagikan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

Misalnya, kamu berhasil memasak nasi goreng dengan bahan “aneh” tapi enak dan lezat.

Kamu bisa share resepnya dan langkah-langkah membuatnya di blog.

 

Contoh lain,

Kamu lolos seleksi beasiswa. Kamu bisa membagikan tips & triknya di blog. Orang lain tinggal membacanya. Semoga pembaca bisa mengcopy caranya.

 

PRnya disini :

  • Memastikan tulisan mudah untuk dibaca
  • Blog bisa dibuka untuk dibaca orang lain

 

Contoh yang bermasalah :

Si A berbagi cara melakukan XYZ.

Ketika di share link blognya, artikel tidak bisa dibuka.

Mungkin karena sudah diblokir linknya oleh sosmed atau privasi blognya diset private.

 

Contoh yang paling buat kesal pembaca :

Tulisannya tidak bisa dibaca.

Fontnya warna hitam, backgroundnya hitam. Pembacanya mau melihat apa?

Soal estetika sederhana sebaiknya dituntaskan dengan baik.

 

#4 Blog untuk Branding

Kalau sudah beragenda “buat branding” lewat tulisan-tulisanmu, maka PR nya sudah mulai banyak.

Kamu harus :

  • Terlihat elok
  • Terlihat profesional

Ya namanya juga branding. Baik personal branding, ataupun level company, haruslah menampilkan yang elok-eloknya, dan menyembunyikan/menutupi kelemahannya.

 

Contohnya?

Blognya om Bill Gates.

Linknya : https://www.gatesnotes.com 

Cara bukanya : salin link diatas, paste di address bar browser mu.

 

Kalau orang Indonesia, dulu ada pak Dahlan Iskan sering menulis di blog disway.id. Tapi sekarang domain blog itu dijadikan web berita. Ga tau sih kenapa.

 

Kalau kamu mau fokus branding di tulisan saja tanpa mengurusi hal teknis, direkomendasikan menulis di flatform medium.com

 

Tapi, jika kamu mau all out dan mandiri, bangunlah blognya di wordpress dengan domain TLD (dot com atau jika ada lagi ya dot id).

 

#5 Blog Publisher Iklan (Adsense & dkk) untuk Uang

Bikin blog untuk menghasilkan uang? Salah satunya bergabung ke publisher jaringan iklan.

Contohnya: google adsense.

“Bos nya” adalah advertiser. Maka jika pengen banyak duit, maka penuhi kemauan pengiklan.

Pengiklan maunya apa?

Konversi.

 

Jika ingin uang banyak, masuklah ke topik yang pengiklannya bayar mahal.

Misalnya :

Pengiklan mobil – rumah – asuransi – keuangan pasti  jauh membayar lebih mahal ketimbang pengiklan baju kaos.

Maka lahirlah istilah “Niche dengan keyword banyak High CPC”.

 

Kalau ngeblog dengan tujuan duit :

  • Perbanyaklah klik di iklan dengan tipe artikel tertentu

Secara teknis, artikel bertipe : review, perbandingan (komparasi), spesifikasi, rekomendasi, foto detail, user guide PDF, user manual PDF, trouble shooting punya kemungkinan klik iklan yang lebih tinggi dari pembacanya.

Dibandingkan artikel tutorial. Disini kuncinya adalah intent dari pengguna yang datang.

  • Traffic Gila-gilaan

Traffic ada 2. Yang gratis dan berbayar.

Yang gratisan dari organic search engine (seperti google, bing, dkk). Artinya optimasilah SEO habis-habisan.

Traffic jenis kedua adalah paid traffic. Misalnya Facebook Ads, TikTok Ads, Google Ads.

Pinter-pinter membikin biaya iklan semurah-murahnya dan potensi keuntungan sebesar-besarnya.  Modal punya peran penting disini.

 

Selain iklan, ada banyak jalur aliran uang dari dunia blog.

Silahkan baca : 15+Jalur Path to Money Dunia Blogging

#6 Blog Affiliasi

Blog affiliasi tidak terlalu mendewakan traffic seperti blog untuk publisher iklan diatas.

Yang terpenting adalah konversi.

Jauh lebih baik visitor 100/hari dan convert 10 orang/hari

dari pada

Visitor 2000/hari, tapi konversi cuma 5.

 

Apalagi yang fee konversinya gede-gajah-paus.

1 kali konversi dapat 1 juta misalnya.

1 hari 1 aja yang beli, 1 bulan sudah 30 juta toh?

 

 

Dari 6 tujuan blog yang paling umum itu saja, beda tujuannya, beda pula PR nya.

Bagaimana, sudah kebayangkan?

 

Tips Memilih Flatform Blog

Flatform untuk menulis blog ada banyak.

Berikut pilihannya beserta rekomendasi kepentingannya ala pubiway.com

 

#1 Blogger

Ini simpel, salah satu produknya Google.

Cocok untuk :

Kelebihannya :

  • Gratis tanpa biaya sepeserpun, bahkan bisa mendaftarkan ratusan blog di satu email.
  • Mudah digunakan, dan server stabil dari googlenya langsung.

Kelemahannya :

  • alamatnya : namamu.blogspot.com (ada embel-embel .blogspot.com)
  • Kalau melanggar TOS google, bisa dibanned.

 

#2 Blogger + Domain + Template Premium

Pakainya tetap flatform blogger, tapi domainnya di custom dengan domain berbayar.

Jadi cukup bayar domain per tahun + template premium (1x beli)

Cocok untuk :

  • Blog sharing random
  • Membangun branding (versi low budget)
  • Publisher Iklan (versi low budget) → Banyak juga yang berhasil dengan modal blogspot ini, jadi tergantung strateginya.
  • Afiliasi (versi low budget)

Kelebihannya :

  • Biaya lebih murah, hanya bayar domain per tahun dan template premium diawal
  • Numpang server google yang stabil jadi tidak perlu bayar server lagi.

Kekurangannya :

  • Keterbatasan untuk melakukan optimasi.
  • Jika melaggar TOS google, tidak ada backup otomatis.

 

#3 CMS WordPress

Para profesional sering menggunakan CMS WordPress. Bahkan dari data (sumber: https://kinsta.com/blog/wordpress-statistics) :

  • CMS WordPress market sharenya 60,8% website di planet bumi
  • 14,7% top website pakai wordpress
  • Lebih 500 website dibuat tiap hari pakai WP, sedangkan hanya 60-80 website yang dibangun pakai flatform lain seperti Shopify dan Squarespace per harinya.

 

Flatform WP Cocok untuk :

  • Branding
  • Publisher Iklan
  • Affiliasi

Kelebihannya  :

  • Mandiri. Bisa backup harian.
  • Bisa optimasi secara maksimal

Kekurangan :

  • Biayanya mahal. Server yang bagus + domain + thema premium
  • Belum termasuk plugin berbayar

 

#4 Medium

Kalau kamu hanya ingin fokus ke tulisan saja, tanpa repot memikirkan hal lain-lain, medium pilihan yang tepat.

Cocok untuk :

  • Branding (khususnya di tulisan)
  • Latihan menulis

Kelebihan :

  • Flatform medium dikhususkan memang untuk para penulis
  • Pembaca di medium sudah kategori mature/dewasa secara pemikiran
  • Hal teknis menjadi urusan pihak mediumnya

Kekurangan :

  • Hanya sebatas fitur yang tersedia

 

Bagaimana, ada pertanyaan lain?

 

Baca juga :

Gambar Gravatar
Pengguna aktif media sosial lebih dari 1 dekade. Blogger sejak 2012, dan sangat menyukai dunia teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.