Tulisan di Media Digital itu Tidak Pakai Ongkos Print!

Ini adalah uneg-uneg dari perjalanan kesana-kemari membaca tulisan di media digital.

Kalau mau skip, silahkan.

Kalau mungkin sepemikiran keluh kesah, monggo dilanjut.

Jadi uneg-uneg nya adalah….

Kebiasaan (habbit) bikin tulisan yang dulu di kertas, disamain dengan media digital.

Kebiasaan nulis diatas kertas dibawa-bawa ke media digital.

 

Kita flashback ke masa lalu.

 

Ketika Sekolah SD-SMP-SMA

Kita wajib bawa buku tulis.

Ada yang isi 32 lembar, 50 lembar, 100 lembar. Masih ingat masa itu kan?

 

Guru Menulis di papan tulis

Ketika di kelas, guru mengajarkan materi,  menulis dan menerangkannya di papan tulis yang ada di depan kelas.

Ada yang pakai kapur (warna putih itu), ada yang sudah pakai spidol (hitam-biru-merah).

 

Kita murid-muridnya menyalin ke buku catatan.

 

Buku itu juga kita pakai ketika mengerjakan soal-soal, kadang kita disuruh meringkas isi buku paket.

 

Nah, buku itu kan ada batas ruangnya untuk ditulisi.

Karena itu ada murid yang mencatat, di muat-muatin sampai full satu kertasnya.

Bahkan ada teman saya yang sengaja pakai bolpoin (pena/pulpen) yang ujung matanya itu kecil.

Jadi :

  • Font sizenya bisa dikecilin
  • Sehingga bisa muat banyak.

Teman-teman yang lain rata-rata mencatat menghabiskan 3 halaman, dia menghabiskan cuma 2 halaman (1 lembar).

Demi menghembat beli buku baru…

 

Koran-Tabloid-Majalah

Model Tulisan di koran

Kalau kita baca koran, itu kan ada batas jumlah lembarannya.

Jadi isi berita itu dibikin rapat-rapat, supaya bisa memuat banyak informasi. Halaman depan saja yang dikasih gambar besar.

Apalagi dibagian halaman-halaman tengah gitu,  full isinya tulisan semua.

 

Buku Cetak/Paket

Ketika kita sekolah dulu, kan pasti kita beli (atau pinjam perpustakaan sekolah) buku cetaknya.

Itu buku kebanyakan tintanya hitam semua. Gambar sangat minim.

Bahkan buku-buku zaman sekarang pun, masih banyak yang isinya teks-teks melulu. Minim dengan gambar.

Visualnya itu minim banget.

 

Mengapa bisa begitu?

Tentu kita juga paham alasannya. Ada 2 alasan utamanya :

#1 Medianya Kertas

Baik kertas ubi (yang agak kuning-kuning itu) maupun kertas putih.

Kertas ada batasannya. Ada ukurannya.

Makin tebal, makin bagus kertasnya = makin mahal biayanya.

Selain itu kertas bahannya dari pohon.

Kertas dari pohon

 

#2 Print Butuh Tinta

Karena media kertas itu “diprint” yang butuh tinta.

Paling banyak tinta hitam.

Harga tinta warna lebih mahal dari hitam biasa.

Karena itulah gambar/foto lebih sedikit di print. Karena butuh banyak tinta ketimbang untuk teks.

 

Karena itu kesamaan zaman kertas :

  • Kebayakan tintanya hitam. Kertasnya putih (makanya kebanyakan hitam-putih)
  • Gambarnya sedikit, karena butuh tinta lebih banyak. Butuh space ruang lebih lebar. Jadi butuh kertas lebih banyak lagi.
  • Tulisannya rapat-rapat demi menghemat ruang. (Ini juga tidak masalah ke mata kita ketika baca, karena medianya kertas, bukan bersinar terang di layar HP atau komputer/laptop)

 

Kelebihan di Media Digital?

Buku fisik jadi digital

Era kertas yang kurang ramah lingkungan sudah mulai banyak ditinggalkan.

Bahkan buku buku sekarang sudah banyak beralih ke bentuk buku digital (ebook).

Kelebihannya adalah :

  • Space nya sangat luas. Mau bikin 1000 page pdf, ya biaya tidak meningkat drastis.
  • Media berupa gambar, foto (bahkan video – tinggal embed atau link video ke youtube) bisa sebanyak-banyaknya. Tidak ada biaya tinta ngeprint.
  • Hemat ruang fisik. Kalau buku ada 100, ya butuh lemari. Bentuk digital? 100 juta lebih buku juga muat di 1 HP.  Toh simpannya di memori fisik atau di cloud.

 

Pertanyaannya : Kenapa ….???

Sudah tahu medianya digital yang spacenya luas,

kenapa tulisan masih dirapat-rapatin ala-ala era kertas? 

Apalagi style kayak koran kertas.

Bikin dong paragraf pendek-pendek lebih nyaman dibaca mata.
Kebanyakan orang membaca lewat smartphone.

Tulisan untuk pembaca dari smartphone

Sudah tahu ga perlu tinta ngeprint

kenapa pelit pakai warna warni?

kenapa ga pakai banyak gambar – foto gitu?

 

Setuju?

Bintang berapa nih buat penjelasan diatas? 😍

Pubiway.com memang jauh dari sempurna.

Marilah kita sempurnakan bersama-sama 🙏 Masukan Anda buat artikel ini?

Tinggalkan komentar