Ketika orang bilang “Telegram”, ternyata aplikasinya bisa beda-beda loh!
Dalam obrolan sehari-hari soal Telegram biasanya terdengar sederhana.
- “Chat di Telegram aja.”
- “Masuk grup Telegram.”
- “File-nya kukirim lewat Telegram.”
Sekilas memang terdengar seolah semua orang memakai aplikasi yang sama.
Padahal, saat membuka Google Play Store, kita akan menemukan bahwa dunia Telegram itu tidak sesederhana itu.
Ada Telegram biasa, ada Telegram X, lalu ada banyak aplikasi lain seperti Nekogram, Nicegram, Plus Messenger, iMe, Vidogram, dan beberapa nama lain yang mungkin belum semua orang kenal.
Di sinilah banyak orang mulai bingung.
Kalau semuanya bisa dipakai untuk login akun Telegram yang sama, lalu sebenarnya aplikasi-aplikasi itu apa?
Apakah semuanya resmi? Apakah aman? Dan yang paling sering ditanyakan: kalau itu bukan Telegram resmi, namanya apa?
Jawaban singkatnya begini: aplikasi seperti Nekogram, Nicegram, Plus Messenger, dan lainnya biasa disebut klien Telegram pihak ketiga atau third-party Telegram clients.
Artinya, mereka bukan aplikasi resmi buatan Telegram FZ-LLC, tetapi tetap bisa terhubung ke jaringan Telegram karena memakai API Telegram atau TDLib, semacam “jembatan resmi” yang memang disediakan Telegram untuk para pengembang aplikasi.
Sementara Telegram X berbeda, karena ini masih termasuk aplikasi resmi dari publisher yang sama dengan Telegram.
Disini kita akan membahas aplikasi-aplikasi Telegram alternatif yang masih bisa diverifikasi aktif di Google Play pada Maret 2026 ini, dan masih menunjukkan tanda-tanda dipakai orang, setidaknya dari jejak seperti jumlah unduhan, ulasan, dan pembaruan aplikasi.
Jadi ini bukan sekadar daftar asal comot, melainkan daftar yang bisa dipakai sebagai referensi awal untuk teman-teman yang ingin tahu perbedaannya.
Apa Bedanya Telegram Resmi dan Telegram Pihak Ketiga?
Telegram resmi: yang paling banyak orang kenal
Telegram resmi adalah aplikasi yang memang dibuat dan diterbitkan langsung oleh pihak Telegram.
Ini yang biasanya dipakai mayoritas orang. Tampilannya paling familiar, fiturnya mengikuti arah pengembangan utama Telegram, dan secara umum jadi pilihan paling aman untuk pengguna awam yang tidak ingin repot berpikir soal macam-macam modifikasi.
Telegram X: masih resmi, tapi rasanya berbeda
Banyak orang mengira Telegram X itu “mod Telegram” seperti aplikasi pihak ketiga lainnya. Padahal tidak begitu.
Telegram X masih termasuk aplikasi resmi. Ini dibuat sebagai klien alternatif dengan fokus pada performa, animasi yang lebih halus, dan pengalaman penggunaan yang terasa lebih ringan atau lebih eksperimental dibanding aplikasi Telegram biasa.
Di Play Store, Telegram X juga masih punya jejak penggunaan yang sangat besar, dengan lebih dari 100 juta unduhan, ratusan ribu ulasan, dan pembaruan yang masih berjalan hingga 6 Januari 2026.
Klien pihak ketiga: bukan resmi, tapi tetap pakai jaringan Telegram
Nah aplikasi seperti Plus Messenger, Nekogram, Nicegram, iMe, dan lainnya masuk kategori ini.
Mereka bukan “saingan” Telegram dalam arti punya jaringan sendiri.
Mereka tetap memakai akun Telegram yang sama, tetap terhubung ke server Telegram, dan tetap berjalan di ekosistem Telegram.
Bedanya, mereka memberi tambahan rasa: ada yang fokus pada kustomisasi, ada yang unggul di manajemen chat, ada yang menambahkan AI, ada yang menonjolkan fitur privasi, bahkan ada yang mencoba menjadi Telegram yang lebih “ramai” dan penuh alat bantu.
Kalau pakai analogi sederhana, Telegram resmi itu seperti motor standar pabrik.
Sementara aplikasi pihak ketiga itu seperti motor yang sudah dimodifikasi: mesinnya masih memakai jalur yang sama, tapi tampilan, aksesoris, dan pengalaman berkendaranya bisa berbeda-beda.
Mengapa Orang Memakai Aplikasi Telegram Selain yang Resmi?
Karena kebutuhan orang tidak selalu sama
Ada pengguna yang cuma butuh chat biasa. Ada yang ikut belasan grup kelas, organisasi, komunitas, dan channel info beasiswa sekaligus.
Ada yang sering kerja lintas bahasa. Ada juga yang ingin aplikasi chat yang bisa sekalian bantu merangkum pesan, menerjemahkan isi obrolan, atau memisahkan jenis-jenis chat agar tidak campur aduk.
Dari sinilah aplikasi pihak ketiga punya pasar penggunanya sendiri.
Karena fitur tambahannya kadang terasa lebih “nyata manfaatnya”
Buat sebagian mahasiswa, fitur seperti tab chat terpisah, multi-account, pengelompokan obrolan, translate, atau forward pesan yang lebih fleksibel terasa sangat membantu.
Telegram resmi tentu sudah kuat, tetapi klien pihak ketiga sering menang di hal-hal kecil yang langsung terasa saat dipakai sehari-hari.
Tapi ada konsekuensinya juga
Semakin banyak fitur tambahan, biasanya aplikasi juga semakin ramai, kadang lebih berat, kadang lebih membingungkan untuk pengguna baru.
Selain itu, karena mereka bukan aplikasi resmi, pengguna juga perlu lebih sadar soal kepercayaan terhadap pengembang aplikasi tersebut.
Fakta bahwa sebuah aplikasi tersedia di Play Store memang memberi lapisan verifikasi tertentu, tetapi tetap tidak otomatis membuat semua klien pihak ketiga setara dengan aplikasi resmi dalam hal kepercayaan.
Telegram memang membuka API untuk developer, tetapi tetap ada perbedaan mendasar antara “resmi” dan “memakai API resmi”.
Daftar Aplikasi Telegram (yang Masih Dipakai Orang pada 2026)
Kita akan bahas aplikasi telegram yang memang ada di google playstore, tidak termasuk yang install dari github, web, dan luar playstore ya.
Telegram X, Si Resmi yang Terasa Lebih Ringan dan Lebih Halus
⭐️ Kenapa Telegram X masih menarik dibahas?
Walaupun bukan aplikasi pihak ketiga, Telegram X penting disebut lebih dulu karena banyak orang sering mengira ia termasuk “Telegram mod”.
Padahal ini masih resmi.
Daya tarik utamanya ada pada rasa memakai aplikasi: lebih halus, lebih cepat, lebih modern, dan sering diposisikan sebagai tempat eksperimen pengalaman pengguna.
Telegram X berbasis TDLib dan masih punya basis pengguna yang sangat besar di Play Store. Pada 11 Maret 2026, aplikasi ini tercatat memiliki 100 juta lebih unduhan dan 821 ribu lebih ulasan.
👍Kelebihan Telegram X
Buat pengguna awam, kelebihan Telegram X paling gampang dijelaskan begini: ia terasa seperti Telegram resmi, tetapi dengan rasa yang sedikit lebih licin, lebih ringan, dan lebih enak dilihat.
Buat yang tidak suka terlalu banyak modifikasi, Telegram X bisa jadi jalan tengah yang aman.
Ia tidak membuat pengguna merasa sedang memakai aplikasi asing, tetapi tetap memberi nuansa yang berbeda.
Tim Pubiway.com mengandalkan aplikasi Telegram X karena bisa login lebih dari 3 akun telegram secara gratis, dan size aplikasinya yang sangat ringan dibanding app asli dan lainnya.
👎 Kekurangan Telegram X
Karena posisinya lebih eksperimental, ada pengguna yang tetap merasa aplikasi Telegram biasa lebih “mainstream” dan lebih aman untuk dipakai tanpa banyak mikir.
Selain itu, kalau seseorang mencari fitur-fitur mod yang benar-benar banyak dan unik, Telegram X biasanya tidak seekstrem klien pihak ketiga.
Jadi Telegram X cocok untuk yang ingin pengalaman resmi, bukan untuk yang ingin “Telegram serasa dashboard pesawat”.
Plus Messenger, Favorit Banyak Orang yang Chat-nya Sudah Selevel Admin Organisasi
⭐️Mengapa Plus Messenger sering disebut duluan?
Kalau membahas klien Telegram pihak ketiga yang benar-benar populer, nama Plus Messenger hampir selalu muncul.
Bukan cuma karena terkenal, tetapi juga karena skalanya memang besar.
Di Play Store, Plus Messenger masih menunjukkan 50 juta lebih unduhan dan 879 ribu lebih ulasan, angka yang sangat besar untuk aplikasi nonresmi.
😇Kelebihan Plus Messenger
Plus Messenger terasa cocok untuk orang yang hidupnya penuh chat dari berbagai arah.
Ia menawarkan tab terpisah, kategori chat, pengelolaan obrolan yang lebih rapi, dukungan multi-account sampai 10 akun, sorting yang lebih fleksibel, dan berbagai kontrol tambahan saat meneruskan pesan.
Kalau Telegram biasa terasa seperti meja belajar yang rapi standar, Plus Messenger terasa seperti meja belajar yang sudah ditambah banyak laci dan sekat penyimpanan.
Buat mahasiswa yang aktif di himpunan, panitia, UKM, kelas, komunitas, dan mungkin kerja freelance, fitur-fitur seperti ini terasa masuk akal.
Masalah utamanya kadang bukan lagi “bisa chat atau tidak”, tetapi “bagaimana caranya supaya semua chat ini tidak bikin pusing”.
Nah, di sinilah Plus Messenger sering dianggap unggul.
😈Kekurangan Plus Messenger
Sisi minusnya, aplikasi ini punya iklan dan pembelian dalam aplikasi. Selain itu, karena fiturnya sangat banyak, tampilan dan pengaturannya bisa terasa lebih ramai dibanding Telegram resmi. Untuk pengguna baru, semua kelengkapan itu bisa terasa hebat sekaligus melelahkan. Jadi Plus Messenger bagus untuk yang memang butuh banyak alat, tetapi belum tentu cocok untuk yang cuma ingin aplikasi yang simpel.
Nekogram, Pilihan untuk yang Suka Tampilan Bersih tapi Tetap Fleksibel
⭐️Kenapa Nekogram cukup disukai?
Di antara banyak klien Telegram pihak ketiga, Nekogram sering dianggap punya karakter yang lebih tenang. Ia tidak menjual diri sebagai aplikasi yang penuh fitur heboh, melainkan sebagai aplikasi dengan modifikasi yang “tidak banyak, tapi berguna”. Di Play Store, Nekogram masih terlihat aktif dengan 1 juta lebih unduhan, 12,5 ribu lebih ulasan, dan pembaruan yang masih berjalan sampai 19 Februari 2026.
👍Kelebihan Nekogram
Nekogram terasa menarik buat orang yang suka Telegram dalam bentuk aslinya, tetapi ingin beberapa perbaikan kecil yang langsung terasa. Misalnya dukungan emoji sistem, pengaturan ukuran stiker, halaman forward yang lebih rapi, video yang bisa otomatis pause, sampai pilihan mesin terjemahan. Semuanya terdengar kecil, tetapi justru sering itulah fitur yang membuat pengalaman sehari-hari terasa lebih nyaman.
👎Kekurangan Nekogram
Kalau dibanding aplikasi seperti Plus Messenger atau Graph Messenger, Nekogram memang tidak seagresif itu dalam memberi fitur tambahan. Jadi orang yang suka eksplorasi fitur ekstrem mungkin merasa Nekogram terlalu kalem. Selain itu, basis penggunanya juga lebih kecil, sehingga gaung komunitasnya tidak sebesar para pemain utama lain. Tapi justru bagi sebagian orang, ketenangan itulah nilai jualnya.
Nicegram, Saat Telegram Mulai Terasa Seperti Punya Asisten Pintar
⭐️Karakter utama Nicegram
Nicegram termasuk salah satu nama yang cukup besar di kategori klien Telegram alternatif.
Di Play Store, ia masih punya 5 juta lebih unduhan dan 58 ribu lebih ulasan.
Daya tarik utamanya ada pada pendekatan yang lebih modern dan lebih “penuh alat bantu”, terutama di wilayah AI dan pengelolaan akun.
😇Kelebihan Nicegram
Nicegram menarik untuk pengguna yang ingin lebih dari sekadar aplikasi chat. Ada dukungan multi-account, AI assistant, ringkasan pesan, terjemahan, sampai fitur-fitur tambahan lain yang membuatnya terasa seperti Telegram yang sudah dipadukan dengan alat kerja digital.
Untuk orang yang sering kebanjiran chat atau harus membaca banyak pesan cepat, fitur ringkasan seperti ini terdengar sangat relevan.
😈Kekurangan Nicegram
Konsekuensinya, Nicegram bisa terasa lebih penuh, lebih kompleks, dan lebih jauh dari pengalaman Telegram yang sederhana. Ia juga memiliki iklan dan pembelian dalam aplikasi.
Buat orang yang hanya ingin membuka chat, kirim file, lalu selesai, semua fitur tambahan itu bisa terasa kebanyakan.
Nicegram lebih cocok untuk pengguna yang memang sengaja mencari “Telegram plus banyak alat bantu”, bukan Telegram yang minimalis.
iMe Messenger, Telegram untuk Orang yang Suka Produktivitas
⭐️Apa yang membuat iMe berbeda?
Kalau Nicegram terasa seperti Telegram plus asisten pintar, maka iMe Messenger terasa seperti Telegram plus toolkit produktivitas. Aplikasi ini masih menunjukkan skala penggunaan yang cukup kuat di Play Store, dengan 5 juta lebih unduhan dan 140 ribu lebih ulasan.
👍Kelebihan iMe
iMe menonjol lewat fitur seperti AI assistant, translation, speech-to-text, OCR untuk membaca teks dari gambar, task list, tata letak multi-panel, dan berbagai opsi personalisasi. Artinya, aplikasi ini tidak hanya diposisikan sebagai tempat ngobrol, tetapi juga sebagai alat bantu kerja dan organisasi. Untuk mahasiswa yang juggling antara kelas, organisasi, proyek, dan komunikasi harian, konsep seperti ini terasa masuk akal.
👎Kekurangan iMe
Namun semakin banyak alat, semakin besar kemungkinan aplikasi terasa ramai. iMe juga punya iklan dan pembelian dalam aplikasi. Jadi meskipun fiturnya kuat, ia belum tentu ramah untuk semua orang. Pengguna awam yang ingin pengalaman paling lurus dan simpel bisa merasa ini terlalu padat.
Vidogram, Nama Lama yang Masih Punya Massa
⭐️Mengapa Vidogram layak masuk daftar?
Vidogram termasuk salah satu klien Telegram pihak ketiga yang jejak pemakainya masih besar. Di Play Store, versi utamanya masih punya 10 juta lebih unduhan dan 149 ribu lebih ulasan. Menariknya lagi, ada juga Vidogram Lite yang punya 1 juta lebih unduhan, menandakan ada pasar tersendiri untuk pengguna yang butuh versi lebih ringan.
😇Kelebihan Vidogram
Kelebihan Vidogram ada pada fakta bahwa ia tetap bertahan di tengah banyaknya pesaing. Ini biasanya berarti ada kelompok pengguna yang memang merasa cocok dengan gaya aplikasinya. Kehadiran versi Lite juga memberi nilai tambah, terutama untuk pengguna HP spesifikasi menengah ke bawah atau koneksi internet yang tidak selalu stabil. Buat sebagian mahasiswa, faktor ini justru sangat penting.
😈Kekurangan Vidogram
Adanya versi Lite juga memberi petunjuk bahwa versi regulernya bisa terasa lebih berat di beberapa perangkat. Jadi kalau orang tertarik pada Vidogram, sebaiknya mereka juga mempertimbangkan kondisi HP yang dipakai. Seperti banyak klien pihak ketiga lain, semakin banyak tambahan fitur, semakin jauh pula nuansanya dari Telegram asli.
Graph Messenger, Untuk Pengguna yang Suka Fitur Tambahan Serba Ada
⭐️Apa yang membuat Graph Messenger beda?
Kalau ada aplikasi yang cocok disebut “serba ada”, salah satu kandidatnya adalah Graph Messenger.
Di Play Store, Graph Messenger masih menunjukkan 10 juta lebih unduhan dan 320 ribu lebih ulasan, angka yang memperlihatkan bahwa ia masih dipakai oleh cukup banyak orang.
👍Kelebihan Graph Messenger
Graph Messenger menawarkan fitur-fitur yang cukup unik: multi-account tanpa batas, download manager, timeline lintas chat, hidden section, auto answer machine, voice changer, login bot, hingga dukungan proxy.
Ini jelas bukan aplikasi yang bermain aman. Ia dibuat untuk pengguna yang senang dengan banyak tombol, banyak opsi, dan banyak kemungkinan.
👎Kekurangan Graph Messenger
Sebaliknya, untuk pengguna awam, terlalu banyak fitur bisa terasa memusingkan. Ada juga iklan di aplikasi ini.
Jadi Graph Messenger lebih cocok untuk orang yang memang suka menjelajah pengaturan dan mencoba macam-macam fitur, bukan untuk orang yang ingin segalanya langsung sederhana sejak pertama membuka aplikasi.
Bestgram, Pilihan Menengah dengan Beberapa Fitur Privat Tambahan
⭐️Posisi Bestgram di antara pemain lain
Bestgram mungkin tidak sebesar Plus Messenger atau Graph Messenger, tetapi ia masih cukup terlihat dengan 1 juta lebih unduhan dan 47 ribu lebih ulasan di Play Store. Aplikasi ini tetap layak dibahas karena punya beberapa fitur yang cukup khas.
😇Kelebihan Bestgram
Bestgram menawarkan hal-hal seperti multi-forward, hidden chats, dan pemantauan perubahan pada kontak atau profil. Buat sebagian pengguna, fitur seperti ini terasa menarik karena memberi kontrol lebih pada cara mereka mengelola interaksi dan perubahan di daftar kontak.
😈Kekurangan Bestgram
Di sisi lain, karena posisinya tidak sebesar pemain-pemain paling populer, Bestgram mungkin tidak seumum itu dibicarakan. Dan seperti biasa pada klien pihak ketiga, semakin banyak fitur yang menyentuh wilayah privat atau pengaturan tersembunyi, semakin penting bagi pengguna untuk tetap kritis pada soal keamanan perangkat dan kepercayaan terhadap developernya.
Turrit, Untuk yang Sering Ketemu Banyak Bahasa
⭐️Kenapa Turrit menarik?
Turrit bukan nama yang paling besar, tetapi ia punya identitas yang cukup jelas. Di Play Store, aplikasi ini menunjukkan 500 ribu lebih unduhan dan beberapa ribu ulasan. Fokus utamanya adalah pengalaman Telegram yang dipadukan dengan AI translation real-time untuk banyak bahasa.
👍Kelebihan Turrit
Kalau seseorang sering ikut grup internasional, channel luar negeri, atau ngobrol dengan orang yang bahasanya berbeda, fitur terjemahan real-time terasa sangat membantu. Buat mahasiswa yang aktif di komunitas global, program pertukaran, atau forum internasional, ini bisa jadi nilai jual yang nyata.
👎Kekurangan Turrit
Karena fokusnya cukup spesifik, Turrit terasa lebih niche. Untuk orang yang tidak terlalu butuh terjemahan lintas bahasa, aplikasinya mungkin tidak memberi nilai tambah sebesar itu. Basis penggunanya juga masih jauh lebih kecil dibanding beberapa nama besar lain di daftar ini.
Nullgram, Menarik Buat yang Peduli Open Source
⭐️Apa yang membuat Nullgram beda?
Di antara nama-nama lain, Nullgram punya daya tarik yang cukup khas karena diposisikan sebagai klien Telegram pihak ketiga yang gratis dan open-source, serta berbasis source code resmi Telegram Android.
Di Play Store, skalanya memang lebih kecil, sekitar 50 ribu lebih unduhan dan ratusan ulasan, tetapi justru itu yang membuatnya menarik untuk dibahas dari sudut pandang komunitas teknologi kampus.
😇Kelebihan Nullgram
Buat orang yang suka konsep software terbuka, Nullgram terasa menarik karena lebih mudah dipahami semangatnya.
Ia bukan sekadar aplikasi mod yang penuh fitur, tetapi juga punya nilai ideologis: keterbukaan kode dan kedekatan dengan basis aplikasi resmi Android Telegram.
😈Kekurangan Nullgram
Namun dari sisi penggunaan massal, Nullgram jelas bukan pemain terbesar.
Karena basis penggunanya kecil, komunitas, panduan, dan pembahasan publik tentang aplikasinya juga lebih terbatas. Untuk pengguna umum, itu bisa menjadi pertimbangan.
Jadi, mana yang paling cocok untuk kamu?
Yang paling cocok adalah yang paling memenuhi kebutuhanmu.
Kalau maunya aman dan tidak ribet
Kalau tujuan utamanya hanya ingin chat, kirim file, masuk grup kelas, dan semuanya terasa familier, maka Telegram resmi atau Telegram X biasanya tetap jadi pilihan paling masuk akal.
Telegram X terutama cocok untuk yang ingin rasa resmi, tetapi sedikit lebih ringan dan halus.
Kalau chat sudah terlalu banyak dan butuh dirapikan
Kalau masalah utama adalah kebanyakan grup, channel, dan akun, maka Plus Messenger sering jadi kandidat kuat karena fitur manajemen chat-nya memang lebih matang.
Untuk orang yang suka mengatur banyak percakapan sekaligus, aplikasi ini terasa sangat relevan.
Kalau ingin tampilan tetap sederhana tapi ada sentuhan tambahan
Di titik ini, Nekogram terasa menarik. Ia tidak terlalu heboh, tetapi punya banyak perbaikan kecil yang justru terasa berguna dalam penggunaan sehari-hari.
Buat pengguna yang tidak suka tampilan terlalu ramai, Nekogram bisa jadi pilihan yang nyaman.
Kalau ingin AI, ringkasan, atau alat bantu kerja
Untuk pengguna yang suka fitur-fitur cerdas, Nicegram dan iMe layak dilirik. Keduanya bergerak ke arah Telegram yang bukan cuma untuk ngobrol, tetapi juga untuk membantu mengelola informasi. Bedanya, ini juga berarti aplikasinya lebih padat dan belum tentu cocok untuk semua orang.
Kalau suka utak-atik dan fitur berlimpah
Graph Messenger dan Vidogram lebih cocok untuk pengguna yang suka banyak opsi. Sementara Nullgram lebih cocok untuk pembaca yang tertarik pada open-source, dan Turrit masuk akal untuk yang sering berurusan dengan banyak bahasa.
Hal Penting Sebelum Memakai Klien Telegram Pihak Ketiga
Jangan hanya lihat nama, lihat juga pengembang dan reputasinya
Karena semua aplikasi ini sama-sama bisa dipakai untuk login Telegram, orang kadang mengira semuanya setara. Padahal tidak.
Pengguna tetap perlu melihat siapa developernya, apakah aplikasinya aktif diperbarui, seberapa besar basis penggunanya, dan seperti apa fitur yang benar-benar ditambahkan.
Semakin banyak tambahan fitur yang menyentuh privasi, akun, atau automasi, semakin penting juga untuk berhati-hati.
“Tersedia di Play Store” bukan berarti otomatis sama dengan “resmi”
Ini poin yang sering disalahpahami.
Tersedia di Google Play memang berarti aplikasi lolos proses distribusi platform itu, tetapi tidak otomatis menjadikannya aplikasi resmi Telegram.
Dalam konteks artikel ini, istilah yang paling aman tetap: resmi untuk Telegram dan Telegram X, lalu klien Telegram pihak ketiga untuk aplikasi lain.
Penutup: Nama yang Tepat, Pilihan yang Berbeda
Pada akhirnya, aplikasi seperti Nekogram, Nicegram, Plus Messenger, Vidogram, iMe, dan lain-lain itu paling tepat disebut klien Telegram pihak ketiga.
Mereka bukan aplikasi chat baru, bukan juga “Telegram palsu” dalam arti sederhana, melainkan aplikasi alternatif yang memakai jalur resmi dari Telegram untuk terhubung ke akun dan jaringan yang sama. Sementara Telegram X tetap berada di sisi resmi, hanya saja tampil dengan rasa yang berbeda.
Kalau artikel ini mau dijadikan referensi untuk teman-teman kampus, pesan paling pentingnya mungkin sederhana: tidak semua orang memakai “Telegram” dengan aplikasi yang sama, walaupun akun dan jaringan yang dipakai tetap Telegram.
Ada yang memilih resmi karena ingin aman dan simpel, ada yang memilih pihak ketiga karena ingin fitur lebih banyak, ada juga yang memilih aplikasi tertentu karena AI, open-source, atau pengelolaan chat yang lebih rapi.
Jadi, perbedaannya bukan sekadar soal nama aplikasi, tetapi soal gaya memakai Telegram itu sendiri.