Pengalaman Pindah dari WP ke Blogspot

Pengalaman Pindah dari WordPress ke Blogspot

Diperbaharui

Sebuah Pengalaman pribadi ketika memindahkan blog dari wordpress (wp) ke blogger (blogspot). Kesulitan yang dialami, tips, dan semacamnya…


Pindah dari WordPress ke Blogspot ternyata memiliki cerita tersendiri. Yang pasti tidak senyaman memindahkan dari blogspot ke WP.

Mungkin pengalaman ini bisa menjadi gambaran buat teman-teman sebelum melakukan migrasi, apapun alasan dan motifnya.

Cara Migrasi dari WP ke Blogspot

Adapun cara yang saya gunakan adalah cara paling standar, tidak pakai tools tambahan.

  1. Buka WP
  2. Masuk ke bagian peralatan
  3. Pilih Ekspor
  4. Saya pilih “semuanya”, dan menekan tombol Unduh Berkas Ekspor
  5. Tunggu, dan Simpan filenya.
  6. Buka blogger
  7. Buka Setelan
  8. Di bagian Kelola Blog, pilih impor konten
  9. Centang captcha, klik impor dan pilih filenya
  10. Tunggu beberapa saat, dan selesai.

 

Lihat Juga :  Cara Cek Jumlah Artikel Blogspot Orang Lain

 

Pengalamannya Memindahkan WP ke Blogger

Saya punya sebuah blog diary, yang berisi catatan pengalaman masa lampau. Link blog hanya saya beri ke beberapa orang saja.

Awalnya saya membuatnya di wordpress, dengan domain hasil promo secara gratis berekstensi .xyz

Setahun berlalu, hostingnya pun jatuh tempo, begitu juga domainnya.

Seperti kita ketahui, dot xyz itu mahal, dan blog ini juga tidak bisa memutar uang.

Rasanya cukup rugi diperpanjang kalau cuma sebagai blog diary.

 

Akhirnya, saya memilih untuk mengalihkan semua tulisannya yang jumlahnya lebih dari 60, dan ribuan kata per artikelnya keblogger.

Gratis, tidak perlu sewa hosting, cukup pakai subdomain .blogspot.com saja.

Template yang bagus juga banyak tersimpan di laptop.

 

Akhirnya pun saya lakukan migrasi tersebut.

Dan masalah pun muncul…..

Sisi Negatifnya

#1 Gambar Harus dipindahkan Manual

Gambar yang saya upload ke WP juga tidak bisa langsung beralih ke blogspot.

Otomatis, saya download dulu file-file dalam folder gambar.

Itupun harus memisahkan yang versi asli, karena WP meng-“generate” beberapa versi ukuran.

Setelah selesai diseleksi, barulah saya upload semuanya.

 

#2 Edit Post Satu Per Satu

Ini bagian yang merepotkan.

Kalau dulu di WP gambarnya saya jadikan sebagai “gambar andalan”, sekarang harus tambah manual.

 

Selain gambar, linknya juga harus di update satu-persatu.

Bayangin, tiap artikel punya banyak link, saling menyambung dengan internal link.

Format URL wp dan blogspot juga berbeda. Terpaksa edit satu-persatu.

 

Nah, dibagian ini, saya pakai tools tambahan untuk menolong mencari mana yang perlu diganti.

Caranya, saya pakai situs layanan cek broken link.

Jadi semua link yang error, dan letak halaman yang memuat link error akan dilaporkan oleh situs tersebut.

Oke, akhirnya selesai jugalah mengedit 60 postingan lebih.

 

Tipsnya?

Kalaupun kamu terpaksa harus memindahkan blog dari wp ke blogspot, mungkin beberapa tips ini bermanfaat.

  • Download semua file (biasanya berformat .xml)
  • Download dan pilah gambar manual dari folder. Lihat saja dari cPanelnya.
  • Upload xml, upload semua gambar.
  • Cek linknya dengan bantuan tools check broken links

Semoga tips sederhana ini dapat membantu ya.

 

Lihat Juga :  Extension Chrome Cocok Untuk Blogger

 

Kesimpulan

Meskipun wodpress dan blogspot punya keunggulan dan kelemahan masing-masing, namun tidak sedikit blogger lama yang setuju wordpress jauh lebih mudah di kostumasi. Dan apabila terpaksa migrasi dari WP ke Blogger, mungkin sedikit pengalaman dan tips dari blog pubiway ini dapat membantu.

Terimakasih sudah membaca.

Akhir kata,

Salam, Pubiway 🙂

Gambar Gravatar
Berbagi adalah sebuah kebahagian dalam kehidupan

1 komentar

  1. Yang saya rasakan belakangan ini, jika menggunakan hape menulis di WordPress terasa jauh lebih nyaman dan mudah ketimbang menulis di Blogger. Sedangkan kalau pakai komputer keduanya tidak terlalu terasa signifikan perbedaannya. Pemilik blog yang suka menulis di hape mungkin perlu mempertimbangkan hal ini jika ingin pindah dari WordPress ke Blogger. Tetapi kekurangnyamanan itu bisa dikompensasi dengan keamanan dan bebas biayanya Blogger.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *