Kenapa Orang Mau Donasi pada Streamer?

Apa Alasan Orang Mau Donasi Saat Streaming?

Diperbaharui

Suatu hari saya melihat seorang gamer sedang streaming di salah satu flatform media sosial. Sambil bermain game, dia juga mendapat donasi atau uang (atau bentuk sejenisnya) dari para penontonnya. 

Jujur saya bingung, kenapa orang-orang mau memberi uang padanya?

 

Peningkatan Jumlah Streaming di Internet

Adapun facebook adalah medsos yang sejak 2010 aktif saya gunakan. Di aplikasi FB ada tab gaming, dimana video-video terkait game, orang yang sedang menayangkan siaran langsung (streaming) muncul disana.

Ada orang Indonesia, orang Amerika, dan negara-negara lainnya. Mereka bermain game, dan mengajak berbicara para penontonnya.

 

Saya pribadi tidak begitu hobi menonton streaming orang main game. Jauh lebih suka streaming olahraga sepakbola, apalagi big match.

Fenomena meningkatnya jumlah streaming tidak begitu mengherankan, terlebih setelah dunia diterpa pandemi yang mengakibatkan hampir semua hal dilakukan secara daring, yang mana hal ini pun perlahan mengubah kebiasaan orang.

Orang-orang mulai menyukai menonton orang sedang streaming, dan ini akan terus berkembang seiring perkembangan zaman, masuknya 5G ke Indonesia, dan kemajuan teknologi lainnya.

 

Kenapa Mau Memberi Uang?

Karena rasa panasaran yang tinggi, serta pertanyaan yang masih belum ketemu jawabannya, membawa saya ke tiktok.

Ada seorang konten kreator yang membahas tentang konten streaming. Pembahasannya memang lebih mengarah ke monetisasi, tapi pembahasan tersebut serta komentar-komentar yang muncul malahan membuka insight baru.

Aha, saya mengerti sekarang.

 

Jadi begini, ketika seorang penonton melalukan donate pada streamer favoritnya saat live, lahir suatu kebanggaan dalam diri orang tersebut. Dia senang dengan konten tersebut, terhibur dengan pembawaan ataupun konten-konten dalam streaming, sehingga dia mau melakukan donate.

 

 

Streamer = Pengemis? Tidak!

Tidak sedikit orang yang nyinyir/menghujat bahwa para streamer itu sedang mengemis.

Jika kita telaah lebih dalam, tentu pendapat tersebut tidak benar.

Bahasa yang lebih tepat namun agak pedas, streamer ini seperti sedang mengamen.

 

Mereka mencoba untuk menghibur anda, dan karena terhibur kita memberi uang. Seseorang sebelum mengamen harus menyiapkan alat musiknya, baik itu gitar, cajon, seruling, tamborin, dan semacamnya.

Kemudian menyiapkan lagu dan berlatih dahulu sebelum ditampilkan.

 

Bagaimana dengan streamer?

Sekarang perhatikan apa yang mereka persiapkan sebelum menghibur anda.

  • Harus menyiapkan niat, effort yang tidak sedikit
  • Peralatan untuk straming, seperti kamera yang jelas, lampu pencahayaan, mik agar suara terdengar jelas, laptop/komputer dengan spek yang tidak kentang, aplikasinya yang mungkin tidak semua bisa gratis
  • Mencari ide untuk kontennya

Sekali lagi, itu semua tidak gampang.

Mau streaming mobil bus? Beli stir pc gaming, aplikasi gamenya, belum lagi spek PC yang perlu kebutuhan tambahan.

So, berhentilah mengecap mereka mengemis. Jika terhibur dengan kontennya, apasalahnya menyisihkan uang anda untuk mensupport dia terus menghadirkan konten menarik di hari-hari berikutnya.

 

 

Penutup

Semoga pertanyaan kenapa orang mau dan rela memberi uang pada streamer favorit sudah terjawab ya.

Jika kamu punya pandangan lain, silahkan sampaikan di kolom komentar.

Terimakasih sudah membaca, akhir kata

Salam Pubiway

Gambar Gravatar
Berbagi adalah sebuah kebahagian dalam kehidupan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *